Ratusan Hektare Sawah Milik Warga Belu Terendam Banjir

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hujan deras yang melanda wilayah Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL sejak dua hari terakhir mengakibatkan ratusan hektare sawah milik warga di dua desa terendam air.

Penjabat Bupati Belu Zaka Moruk mengatakan, di wilayah Asumanu, Tohe, Kecamatan Raihat irigasi Haekesak jebol dan berdampak pada terendam tanaman padi milik warga setempat sekitar 50 hektare.

“Tadi saya bersama Forkopimda dan Wabup terpilih sudah lakukan monitoring lokasi dan memantau dan sore ini akan kami laporkan ke Pak Gubernur terkait kondisi irigasi Haekesak karena itu kewenangan propinsi,” jelas dia.

Sementara itu, di wilayah Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak terdapat tanaman padi sekitar 50 hektare yang merupakan lokasi food estate Rotiklot yang dikunjungi Pak Gubernur beberapa waktu lalu terendam banjir.

“Itu karena akibat ada dua, yaitu yang pertama ada aliran sungai meluap dan kedua lakukan koordinasi dgn pengelola bendungan Rotiklot untuk buka salah satu pintu. Karena sesuai mekanisme pada bendungan daya tampung air yang diperkirakan itu 76 meter sampai dengan kemarin siang itu sudah 73 meter,” ungkap Zaka.

“Seandainya dia penuh berarti akan berdampak pada bobolnya dan puji tuhan kita berhasil koordinasi dan membuka satu pintu air pada bendungan Rotiklot,” tambah dia.

Lanjut Zaka, di wilayah Fatuketi belum ada dampak parah tapi ada 10 rumah warga termasuk rumah yang terendam banjir termasuk rumah Kepala Desa Fatuketi.

Hal lain di Kelurahan Atambua dan beberapa Desa di beberapa Kecamatan ada pohon tumbang dan bersama tim gerak cepat tanggap darurat dari tagana, Dinas PUPR, Lingkungan Hidup dan Pol PP telah evakuasi pohon tumbang.

Hal menarik lain bahwa, untuk infrastruktur itu ada beberapa ruas jalan sabuk merah yaitu di Sadi ada kerusakan dan sudah bentuk posko untuk tanggap bencana ini. Sehingga seluruh konsentrasi baik laporan maupun informasi sudah kita dapatkan.

“Kita berharap badai ini segara berakhir karena warga dihadapi dengan lahan hasil mau dipanen, tapi tidak bisa dipanen karena tanaman sebagian hektare terendam air akibat luapan banjir,” ungkap Zaka.

Lanjut dia, untuk total kerugiannya sampai sekarang masih dihitung. Ada dua jembatan jalan propinsi dan juga irigasi Haekesak yang jebol akan dilaporkan ke propinsi karena itu kewenangannya.

Selain itu juga akan koordinasi dengan pihak Konsulat Timor Leste karena di sungai Haekesak itu sebagian daerah sudah jadi kewenangan Timor Leste, karena itu perlu kita koordinasi kalau ada pembangunan dukungan irigasi perlu kita dapat izin dari pihak Timor Leste.