Hujan Nonstop, Banjir Deras Akibatkan Permukaan Jembatan Fatubenao Retak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Permukaan jembatan Fatubenao mengalami keretakan pada aspal jalan setelah banjir deras akibat diguyur hujan dari semalam hingga siang tadi, Minggu (4/4/2021).

Kondisi permukaan retak menimbulkan kekuatiran bagi warga pelintas jalan dan umumnya warga Belu. Pasalnya, jembatan terbesar di pusat Kota Atambua itu merupakan jalur utama aliran sungai Talau.

Tidak saja itu, jembatan Fatubenao yang terletak di Kelurahan Fatubenao merupakan salah satu jembatan penghubung Kota Atambua ke 4 Kecamatan Tastim, Lasiolat, Raihat, Lamaknen dan Lamaknen Selatan di wilayah utara.

Tim PUPR Belu yang mendapat informasi itu langsung bergerak cepat turun ke lokasi dan melihat konstruksi jembatan Fatubenao serta kerusakan yang diakibatkan cuaca ekstrim akibat hujan deras sejak kemarin.

“Kami infokan retak jembatan pada tiang tengah searah, dengan lebar 2-3 cm dan expantion sisi kanan sudah frei dari tumpuan jembatan,” kata Kadis PUPR Belu Eng Laka.

Dia akui, bahwa ada terjadi pergeseran pada sisi kanan jembatan, namun abudment (kepala jembatan) yang memikul beban jembatan masih dipastikan aman.

“Yang bergeser sisi kanan jembatan, sisi kirinya tidak, untuk abudment jembatan sendiri aman, pondasinya sendiri yang belum tahu karena banjir masih tinggi,” ujar Eng.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa mengambil langkah teknis atau langsung memperbaiki kondisi jembatan tersebut disaat sekarang, dan pihaknya akan koordinasi dengan Propinsi. Jembatan tersebut saat ini dipasang dulu rambu agar pelintas jembatan lebih waspada.

“Solusinya sementara dipasang rambu peringatan dulu karena penanganan secara emergensi agak berat, karena gelagar yang bergeser langsung terhubung dengan rangka samping dan atap jembatan,” tutup Eng.