Dugaan Korupsi Pengelolaan Dana Desa, Sekdes dan Bendahara Naikake B Mangkir di Panggilan Kedua

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu NTTOnlinenow – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) melayangkan surat panggilan kedua (SP2) kepada Sekretaris Desa (Sekdes) dan Bendahara Desa Naekake B untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa yang berlangsung selama lima Tahun Anggaran.

Dalam SP2 itu, penyidik Kejari TTU meminta keduanya untuk menghadap pada 7 April 2021.
Surat panggilan kedua dilayangkan lantaran dalam panggilan pertama, Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B mangkir tanpa alasan jelas.

Santi Efraim, S.H, Kasi Pidum Kejari TTU, menjelaskan, kasus dugaan Tipikor pengelolaan Dana Desa di Desa Naekake B sejak Tahun
Anggaran 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020 sementara dalam proses penyelidikan.

Disampaikannya, penyidik Kejari TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap para pihak, namun Sekdes dan Bendahara mangkir sehingga penyidik melakukan pemanggilan kedua terhadap kedua pejabat Desa Naekake B.

“Kepala desa sudah datang dan sudah pernah diambil keterangan. Hanya Sekertaris Desa dan Bendahara belum memenuhi panggilan penyidik sehingga kami lakukan panggilan kedua untuk pekan depan,” ungkap Santi.

Baca juga : http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/03/31/dugaan-korupsi-dana-desa-kades-naikake-b-diperiksa-penyidik-kejari-ttu/

Ia menegaskan, apabila dalam panggilan kedua, Sekdes dan Bendahara tidak menghadap penyidik, maka akan dilakukan upaya paksa.

Menurutnya, penyidik membutuhkan keterangan dari Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B karena kedua pejabat desa itu disebut sebagai saksi kunci yang memiliki peran penting dalam pengelolaan dana desa selama lima tahun anggaran berturut-turut.

“Jika pada panggilan kedua mereka masih mangkir, maka kami akan jemput paksa. Keduanya memiliki peran penting dalam kasus ini,” tegasnya kepada NTTOnlinenow.com, Rabu (31/03) di Kefamenanu.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejari TTU telah memeriksa Kepala Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Herminigildus Tob, Selasa (30/03).
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat atas dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa di Naekake B selama enam tahun berturut-turut, yakni Tahun Anggaran 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020