Jelang Sidang Perdana Perkara Penganiayaan, Le Ray Sakit dan Dilarikan Ke RSUD TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judtih Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Le Ray, tersangka kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap seorang wanita, WBA (32) di Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mendadak sakit pada Senin (29/03) malam.

Sekitar pukul 22.00 wita, terlihat dua mobil jenis Toyota Hilux putih dan Avanza hitam dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Polsek Miomafo Timur.

Informasi yang diperoleh NTTOnlinenow.com, Le Ray tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU yang dititipkan di tahanan Polsek Nunpene mengalami sakit dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Salah satu sumber terpercaya mengatakan, usai diperiksa Le ray terlihat kembali digiring menuju Polsek Miomaffo Timur.

“Le rai dibawa ke RSUD dan setelah selesai pemeriksaan sudah dibawa kembali ke tahanan dipolsek Nunpene, Miomafo Timur”, kata salah seorang kerabat Le Ray.

Baca juga : Tahap Dua, Polisi Serahkan Tersangka Penganiayaan Le Ray, dan Barang Bukti Ke Jaksa

Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Robert Jimmy Lambila, S.H, M.H yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidum Santi Efraim, S.H. membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD, Le Ray mengalami sakit.

“Sekitar jam 22.00 wita, kita ditelpon dan dikabarkan tentang kondisi Le Ray. Kami dari pihak Kejaksaan langsung menuju ke Polsek Miomaffo Timur, melihat perkembangan kondisi tersangka Le Ray yang informasinya mengalami kejang – kejang. Tersangka Le Ray diduga mengalami infeksi saluran kencing dan sakit lambung. ,” jelas Santi Efraim, yang dikonfirmasi melalui telpon Selasa (30/03) pagi.

Santi Efraim menjelaskan, tersangka Le Ray akan menjalani sidang perdana perkara penganiayaan pada hari ini Selasa, (30/03) dengan agenda pembacaan dakwaan dalam perkara pidana penganiayaan.

“Hari ini sidang pertama, hanya pembacaan dakwaan. Dan kita tetap ikuti perkembangan kondisinya. Jika masih sakit, akan digeser untuk di opname”, jelas Santi Efraim.

Menurutnya usai diperiksa di RSUD TTU pada Senin malam, tersangka Le Ray dibawa kembali ke Polsek Miomafo Timur.

Sebelumnya diberitakan, Pada Senin (08/03/2021) siang, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), Penyidik Unit Reskrim Polres setempat telah melakukan penyerahan Tersangka Le Ray dan Barang Bukti (Tahap II) Tindak Pidana Penganiayaan.

Tersangka Le Ray, sebelumnya ditahan atas perkara Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 Ayat (1), terhadap WBA, yang terjadi pada Selasa (05/01/2021) di tigaTKP yang berbeda.

Pelaku Le Ray dijerat dengan pasal 351 (ayat 1) KUHP atau ancaman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan.

Proses selanjutnya, pihak Kejaksaan Negeri TTU melakukan penahanan selama 20 hari untuk persiapan penuntutan dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.

Sebelumnya diberitakan, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Timor Tengah Utara (TTU) — Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengejar seorang pria bernama Le Ray, warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sejak Selasa (05/01) dini hari.

Ia dicari-cari dan dikejar polisi karena menculik, menyekap dan menganiaya serta memperkosa seorang wanita berinisial BWA (32), warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di tiga tempat berbeda.

Salah satunya tempat yang digunakan pelaku untuk menyekap, menganiaya dan melecehkan secara seksual korban, terjadi di rumah dinas Bupati TTU (masa kepemimpinan Raymundus Sau Fernandes), dekat Kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Kefamenanu.

Bahkan korban juga dibawa ke lahan Perkebunan Pepaya milik mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt di Desa Naen, lalu di perkosa di antara rerimbunan pohon pepaya, di gelap malam. Kejadian ini disaksikan penjaga kebun.

Berita awal : Begini Kronologi Lengkap Le Ray Menganiaya dan Memperkosa Seorang Wanita di Rujab Bupati TTU

Pelaku akhirnya berhasil dibekuk di perbatasan Timor Leste, tepatnya di rumah kerabatnya di Desa Halibate, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Ia berniat menyeberang dan melarikan diri ke Timor Leste. Namun keburu ditangkap oleh Tim Buser Polres TTU, yang beranggotakan Bripka Polikarpus Ikun Fahik, Brigpol Gregorius Haki Taslulu dan Brigpol Muhamad Nur BM.

Foto : Saat penyerahan Tersangka Le Ray dan Barang Bukti (Tahap II) Tindak Pidana Penganiayaan, Senin (08/03).