Pemkot Kupang Pastikan Layanan Vaksin Gratis

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pelayanan vaksinasi di 26 fasilitas kesehatan yang ada di Kota Kupang diberikan secara gratis tanpa ada biaya apa pun. Penegasan ini disampaikan Pemerintah Kota Kupang menyusul adanya informasi yang beredar di masyarkat tentang biaya vaksin itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehata Kota Kupang, Sri Wahyuningsih menjelaskan, ada beberapa informasi yang didapat dan pertanyaan dari masyarakat mengenai biaya pelayanan vaksin ini, apakah berbayar atau tidak.

“Jadi kami ingin tegaskan disini bahwa semua vaksinasi dilayani secara gratis dan merupakan hak masyarakat. Saya tegaskan lagi, vaksinasi yang ada sekarang ini adalah gratis. Kami juga sudah ada surat penegasan, bahwa pemerintah Kota Kupang melalui 26 fasilitas kesehatan, melakukan pelayanan vaksinasi secara gratis,” katanya.

Dikatakan Sri, pelaksaan vaksin bagi tahap kedua, menyasar pada para lansia dan tenaga pelayanan publik. Para lansia hanya perlu datang ke fasilitas kesehatan terdekat, dan membawa serta dengan Kartu Tanda Penduduk untuk didaftarkan dan menerima layanan.

Sementara itu, Camat Kota Lama, Samuel Messakh, menjelaskan, Dalam wilayah kota lama ada 10 kelurahan dan dua puskesmas, yang mana dalam pelayanan vaksinasi telah di bagai jadwal sesuai wilayah pelayanan daripada masing-masing puskesmas, yaitu masing-masing lima kelurahan.

Semuel Messakh menjelaskan, Sesuai hasil pantauan di lapangan kemarin, di puskesmas pasir panjang sudah berjalan baik tetapi tentunya harus dipikirkan lagi beberapa kendala yang dihadapi, misalkan Koneksi Internet, jika lambat dalam loading maka pendataan masing- masing pasien juga terlambat sehingga akan memakan waktu sedikit lebih lambat karena harus menunggu jaringan.

“Itu harus diperhatikan betul jika dimungkinkan untuk manual alangkah lebih baik manual saja pengambilan data penerima vaksin. Kemudian fasilitas ruang terbuka yang terbatas juga menjadi hambatan karena membutuhkan tenda dan ruang terbuka yang cukup agar tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Karena selain melayani lansia atau masyarakat umum, lanjut dia masing-masing puskesmas juga diberikan tanggung jawab vaksinasi terhadap ASN/pelayan publik yang tentunya sudah dibagi berdasarkan jadwal dan lokasi vaksinasi.

“Alangkah lebih bijak jika dibagi saja lansia atau masyarakat umum ke kelurahan dan ASN ke puskesmas, sekalian pihak puskesmas menjemput bola, tetapi kendala yang harus dipikirkan adalah 30 menit pasca vaksinasi, yang mana penerima vaksin harus diobservasi selama 30 menit, untuk menunggu reaksi vaksin terhadap masing masing pasien, jika terjadi emergency maka harus dibutuhkan tindakan darurat yang harus didukung alat kesehatan, sehingga bila harus vaksinnya dilakukan di kelurahan tentu hal tersebut wajib dipikirkan apakah menyediakan ambulance atau alat kesehatan di kelurahan,”ujarnya

Selain itu, kata semmi, kendala di kelurahan adalah jika harus pendataan secara online, setiap kelurahan punya fasilitas wifi tetapi apakan sanggup untuk melakukan pendataan dimaksud atau tidak, Lalu apakah masing-masing kelurahan mempunyai fsilitas pendukung seperti laptop/pc dan mesin peinter yang dapat mendukung kegiatan vaksin ini atau tidak.

“Sejauh ini pada dua puskesmas dalam wilayah Kota Lama, pelaksanaan vaksinasi berjalan baik dan seperti yang diragukan beberapa orang terhadap efek samping dan lain-lain yang membutuhkan tindakan darurat sejauh ini tidak ada. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk ambil bagian dalam vaksinasi covid 19 ini,”katanya.

“Saya juga berterima kasih kepada para lurah se kecamatan-Kota Lama, tenaga kesehatan dan pihak kecamanan serta satgas kelurahan yang telah bekerja keras dalam penanganan pandemi ini. Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Kota Lama agar sama-sama kita terus menerapkan berbagai upaya dalam rangka pencegahan penyebaran virus ini, sejauh ini kecamatan kota lama, menjadi kecamatan yang paling sedikit jumlah pasien terinveksi dengan kemajuan kesembuhan paling tinggi,” kata Semuel Messakh.