Jaga Sinergitas Lintas Sektor di Perbatasan RI-RDTL Demi Kedaulatan NKRI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tugas pokok dari penjaga perbatasan adalah menjaga kedaulatan wilayah NKRI di perbatasan sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan oleh negara.

Demikian Danbrigif 21/Komodo, Letnan Kolonel Inf Tunjung Setyabudi kepada awak media usai upacara pelepasan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB, Jumat, (5/3/2021).

Jelas dia, tugas-tugas lain dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan yakni menjaga jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan ilegal, penyelundupan ilegal dan lain sebagainya yang tidak kita harapkan.

“Di perbatasan tidak hanya kita saja yang bertugas. Tetapi kita bersinergi, ada satgas-satgas lain, seperti ada Kepolisian, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina dan lainnya,” ujar Tunjung.

“Mereka pasti berkolaborasi untuk menjaga seperti apa yang diharapkan oleh pemerintah mencegah terjadinya kegiatan-kegiatan ilegal,” sambung dia.

Selain itu terapkan prokes dan memberikan edukasi, sosialisasi Covid-19, pencegahan-pencegahan dan membantu operasional satuan kesehatan satgas Covid-19 untuk mencegah agar tidak berkembang lebih banyak lagi terkait virus corona.

Sementara itu, dalam amanatnya dia berharap kepada seluruh prajurit agar tidak terlalu larut dalam kegembiraan yang berlebihan karena telah berhasil melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-RDTL dengan baik.

Bagi seorang Kesatria Pelindung Rakyat, Bangsa dan Negara, akhir dari suatu tugas adalah awal dari tugas berikutnya, untuk itu segera sesuaikan dengan tatanan norma dasar kehidupan prajurit di home base untuk pembinaan dan peningkatan kesiapsiagaan operasional.

Lanjut Tunjung, selama melaksanakan penugasan pengamanan perbatasan, tentunya para prajurit telah mendapatkan berbagai pengalaman berharga. Saya berharap, jadikan pengalaman selama bertugas di perbatasan RI-RDTL sebagai bekal dalam melanjutkan pengabdian berikutnya.

Hal ini penting untuk dihayati dan disadari, mengingat pelaksanaan tugas di masa mendatang tentu akan semakin berat sehingga menuntut sikap mental, disiplin, dedikasi, loyalitas dan semangat juang yang tinggi serta profesionalisme setiap prajurit.

“Perhatikan keamanan personel dalam perjalanan kembali ke Home Base, hindari hal-hal yang dapat merugikan nama satuan dan sesampainya di Home Base segera laksanakan konsolidasi, inventarisasi dan perawatan terhadap materi terutama senjata,” pesan Danbrigif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danyon RK 744/SYB, Kapolres Belu, Dansatgas RI-RDTL Sektor Yonif 742/SWY, pimpinan Forkopimda Belu, para pamen Yonif RK 744, Yonif 742 serta aparat Polsek Tastim.