Ikut Demo Tuntut Pemecatan WT, Dosen Cabul di Universitas Timor, Mahasiswa Diancam Tidak Diberi Nilai Akhir Semester

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Didemo mahasiswa Administrasi Negara, Universitas Timor (Unimor) terkait kasus Video Call Seks (VCS) dengan korbannya sejumlah mahasiswi dan kasus penghamilan terhadap seorang mahasiswi Faperta, WT, Dosen Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Unimor kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) balik mengancam para mahasiswa.

Secara terang – terangan WT, terduga kasus penghamilan terhadap AB (21) mahasiswi Program Studi Biologi Fakultas Pertanian mengancam tidak akan memberi nilai pada mahasiswa pendemo.

“Kalian pergi demo lagi, nanti semua tidak dapat nilai. Kalian demo singgung kasus VCS, buktikan. Besok bawa foto screenshot seperti ada dalam berita itu ke saya. Kalau kamu bisa tunjukkan ke saya betul ada foto screenshot itu baru saya beri nilai “, ungkap RH mahasiswa Administrasi Negara semester 10 meniru ancaman WT saat konsultasi nilai tanggal 16 Februari lalu.

Berita sebelumnya : Demo Gerakan Mahasiswa Unimor Anti Kekerasan, Tuntut Rektor Segera Pecat Dosen Fisip, WT Terduga Pelaku Penghamilan Mahasiswi 

Diakui RH, bahkan dirinya sudah dua kali mendatangi WT guna konsultasi soal nilai akhir semester mata kuliah Perencanaan strategis, tapi selalu ditantang untuk terlebih dahulu menunjukkan foto screenshot wajah WT saat melakukan VCS.

Salah seorang mahasiswi Administrasi Negara, RB semester IV turut mengaku diancam sang dosen.

“Kamu, yang demo saya kan. Kamu, nanti saya balik kamu dengan meja sekalian. Jangan harap saya kasih kamu nilai”, ungkap salah satu teman RB meniru ancaman WT terhadap RB.

Kedua mahasiswa ini, mewakili sejumlah temannya mengaku selalu dipersulit dalam urusan nilai, sejak mencuat berita kasus Video Call Seks dan kasus penghamilan yang melibatkan sang dosen.

Atas tantangan sang dosen, RH menggelar aksi protes dengan berdemo tunggal di depan ruang kerja sang Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unimor pada Kamis (04/03/2021).

“Saya memang ikut demo itu. Tapi harus bisa dibedakan mana aktifitas akademik dan masalah pribadi. Dan saya mengutuk keras tindakan asusila yang terjadi di dunia pendidikan Unimor yang melibatkan Dosen sebagai tenaga pendidik yang mengorbankan mahasiswinya sendiri”, tegas RH kepada NTTOnlinenow.com, Sabtu (06/03/2021).

Setelah digelar demo tunggal, ungkap RH ia akhirnya diberi nilai oleh dosen WT.

“Sebelumnya, saya sudah menghadap ke Rektorat, Ketua Program Studi dan pak WT sendiri. Kemarin, Jumat (05/03/2021), sehari setelah aksi demo tunggal saya dikasih nilai C oleh pak WT”, aku RH.

Baca juga : Lolos Dari Kasus Video Call Seks, WT Dosen Fisip Unimor Kembali Tersandung Kasus Menghamili Mahasiswi Faperta 

Diberitakan sebelumnya, sejak tahun 2019 lalu, viral diberitakan kasus Video Call Seks WT, Dosen Program Studi Administrasi Negara Fisipol Unimor dan sejumlah mahasiswa. Dalam tangkapan layar (foto screenshot) VCS yang tersebar luas, sang dosen mengirim pesan bersifat merayu kepada sejumlah mahasiswi bimbingannya dan mengajarkan lawan bicara melakukan gerakan – gerakan lewat video yang mengarah ke hubungan seks jarak jauh.

Salah satu tangkapan layar VCS, yang berhasil di screenshot sebagai bukti yakni alat vital terduga WT dalam posisi berbaring terlentang dan saat berbicara mengajarkan para mahasiswi membuat gerakan mengikuti kemauannya, memasukan jarinya ke dalam mulut.

Meski viral pemberitaannya, WT yang saat itu menjabat sebagai Kaprodi belum jera.
Setelah dicopot dari jabatannya terkait kasus itu, kembali di tahun 2020 tersandung kasus dugaan penghamilan terhadap AB (21) mahasiswi Program Studi Biologi, Faperta. Mahasiswi tersebut adalah sepupu dari istrinya WT sendiri.

Lantaran masih memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat, pihak keluarga korban berupaya menempuh jalur damai dimediasi Pemerintah Desa Lanaus. Namun terduga WT, sama sekali tidak menggubris tiga kali panggilan tertulis yang dikeluarkan Pemerintah Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah

Hingga berita ini diturunkan, WT, terduga penghamilan terhadap AB, tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi pertelepon namun tidak aktif.

Belum lama ini, Dekan Fisipol, Dr Sos Elpius Kalembang,M.Si mengatakan telah menonaktifkan yang bersangkutan dari pelaksaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Iya benar, Berdasarkan beberapa hal di atas, kami telah menyampaikan kepada saudara WT sebagai Dosen Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Timor bahwa dirinya telah dibebas tugaskan dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Semester Genap tahun 2020/2021. Dengan tujuan agar WT lebih fokus menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi”, ungkap Dekan Fisipol, Dr. Sos Elpius Kalembang,M.Si kepada media ini.

Keterangan Foto : Aksi demo tunggal RB, Mahasiswa Admnistrasi Negara, Semester 10 di depan Kantor Fisipol Unimor TTU