Petani Wajib Miliki Kartu Tani Untuk Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang telah mendapatkan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, yang diperuntukan bagi masyarakat tani di Kota Kupang, namun untuk mendapatkan pupuk subsidi, para petani di Kota Kupang harus mengantongi kartu Tani.

“Bagi para petani yang sudah memiliki kartu ini, diharapkan langsung mendatangi distributor pupuk yang telah bekerja sama dengan Departemen Pertanian untuk kemudian bisa disalurkan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Obed Kadji kepada wartawan.

Ia mengatakan, Departemen pertanian telah menunjuk sejumlah toko pupuk di Kota Kupang menjadi distributor resmi pupuk subdisi. Sehingga bagi para petani yang sudah memiliki kartu tani langsung ke distributor tersebut.

“Untuk menpdapatkan pupuk ini harus ada kartu tani dan langsung ke distributornya, kita dari kantor tidak ada bantuan langsung pupuk subsidi itu, tapi langsung saja ke kios-kios tani dan langsung ambil,” katanya.

Obed memgatakan, semua sistem pemberian bantuan bagi kelompok tani saat ini berbasis elektronik. Kartu tani ini dikeluarkan Bank BRI. Para kelompok Tani tinggal bertransaksi langsung, tanpa melalui perantara.

Kata Obed, kartu tani ini dikeluarkan bagi kelompok tani yang telah membenuhi syarat. Pun untuk mendapatkan pupuk ini harus membentuk kelompok tani.

Bagi para petani, yang sudah memiliki kartu tani, agar segera mendatangi distributor pupuk yang telah ditunjuk departemen pertanian tersebut agar bisa disalurkan.

Terpisah, Ketua Komisi II, Mokrianus Lay berharap, para petani di Kota Kupang sudah terdata untuk menerima bantuan pupuk itu, agar dapat memudahkan dan meringankan beban para petani di Kota Kupang.

Dia mengatakan, semua petani yang mendapatkan bantuan itu, sebelumnya telah didata dinas pertanian kota Kupang dan menjadi acuan dalam menyalurkan bantuan itu.

“Yang pasti ada bantuan di Dinas Pertanian, baik pupuk, bibit dan alat-alat pertanian lainnya, sehingga kalau sudah didata, pasti akan disalurkan,” katanya.

Mokris juga meminta Dinas Pertanian agar bisa melakukan arahan dan pendampingan bagi para petani, yang mengalami kendala dalam proses pengambilannya. (NTT-YM)