Dugaan Pungli Beasiswa PIP SDN Bestobe, Uang Diserahkan di Samping BRI Setelah Pencairan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Sebastianus Naitili (19), siswa kelas XI SMA Negeri Maubesi, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU), pada 17 Februari 2021 lalu.

Penetapan status tersangka terhadap Sebastian, terkait postingannya yang termuat di medsos yakni di salah satu grup Facebook, terkait dugaan pungli beasiswa PIP siswa miskin oleh oknum guru berinisial WUN, dengan korban adik kandungnya Adelberta Naitili.

Baca juga : Pertanyakan Dugaan Pungli Beasiswa PIP Adiknya di Medsos, Siswa SMA Dijadikan Tersangka 

Dalam postingan itu, Sebastianus Naitili meminta tanggapan netizen, apakah dugaan pungli itu dapat dibenarkan secara hukum?

Sayangnya, atas postingannya Sebastian dianggap telah melakukan pencemaran nama baik terhadap oknum guru WUN.

WUN, oknum guru tersebut langsung menempuh jalur hukum. Dan Sebastianus Naitili pun didakwa melakukan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (l3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 310 KUHP.

“Padahal isi postingan siswa SMA itu adalah meminta pencerahan dan penjelasan dari netizen, apakah dana beasiswa PIP siswa miskin itu boleh dipungut Rp 25 ribu per siswa oleh guru pendamping? Tapi dianggap itu pencemaran nama baik dan dilaporkan ke polisi”, jelas Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, Senin (22/2/2021).

Tentang kronologi kasus ini, Manbait memaparkan, dalam satu kesempatan ketika bersama di rumah Sebastianus Naitili mendengar cerita dari ibu kandungnya bernama Maria Marteda Tahoni (48).

Penuturan Maria, ia pergi ke BRI Cabang Kefamenanu untuk mencairkan beasiswa PIP siswa miskin anaknya, Adelberta Naitili, siswa SD Negeri Bestobe. Usai mencairkan uang beasiswa, ia menyerahkan “jatah” tetap sebesar Rp 25 ribu kepada temannya bernama Maria Wilfrida Sau Metboki lalu diserahkan ke tangan oknum guru SD Negeri Bestobe berinisial WUN.

Penyerahan uang ‘jatah’ pungli itu terjadi di samping gedung BRI Kefamenanu, tepatnya di sebuah toko foto kopi.

“Lantaran kesal dan merasa tidak puas adanya dugaan pungli tersebut, beberapa minggu kemudian Sebastianus memposting temuan fakta dugaan pungli tersebut di facebook. Disertai pertanyaan dan permohonan penjelasan atau pencerahan, apakah tindakan tersebut dibenarkan menurut hukum,” pungkas Manbait.