Pegiat Anti Korupsi TTU, Desak Jaksa Periksa Raymundus Fernandes

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Tiga pegiat anti korupsi, Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, Ketua Garda TTU, Paulus Bau Modok, S.E, dan Ketua Fraksi, Willem Oki, S.E. mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU), pada Jumat (19/02/2021).

Tujuan kedatangan ketiga pegiat anti korupsi ke Kejari TTU, untuk menyampaikan dua agenda, yakni memberi apresiasi atas prestasi tim jaksa menangkap buronan DPO korupsi, Willybrodus Sonbay, Senin (15/2/2021) lalu dan mendesak jaksa untuk segera memeriksa mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, yang diduga keras telah dengan sengaja menyembunyikan DPO Willybrodus Sonbay di Kota Kefamenanu.

“Kami mendesak tim jaksa untuk menangkap dan memeriksa mantan bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez yang diduga keras telah dengan sengaja menyembunyikan DPO Willybrodus Sonbay di kota Kefamenanu selama dua tahun lebih ,’ jelas Ketua Garda TTU, Paulus Bau Modok, S.E, kepada wartawan di Kefamenanu, Jumat siang.

Sementara, Ditektur Lakmas NTT, Victor Manbait, S.H menilai perbuatan Raymundus Sau Fernandes yang diduga telah dengan sengaja menyembunyikan DPO korupsi Willy Sonbay, dapat dikategorikan perbuatan menghalang-halangi penyidik jaksa dalam memberantas tuntas kasus
korupsi.

“Jaksa bisa menjerat Raymundus Sau Fernandes dengan pasal 221 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” tambah Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H.

Berita awal : DPO Kasus Korupsi Jalan Perbatasan Sering Kawal Bupati TTU, Direktur Lakmas NTT Minta Polisi dan Jaksa Tangkap Willy Sonbay

Ia menjelaskan, pasal itu berbunyi “Barang siapa dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang dituntut karena kejahatan, atau barang siapa memberi pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian, atau oleh orang lain yang menurut ketentuan undang – undang terus menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian.

“Maka dapat diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,’ jelas Manbait.

Manbait membeberkan dua fakta sebagai bukti Raymundus Sau Fernandes menyembunyikan DPO korupsi Willy Sonbay.

Baca juga : DPO Terpidana Korupsi Jalan Perbatasan, Willybrodus Sonbay Ditangkap Di Kecamatan Noemuti Timur 

Pertama pada tanggal 7 Desember 2020 lalu Willy Sonbay terlihat ‘mengawal’ Raymundus Sau Fernandes dalam bentrok antarmassa di Desa Oelneke, Kecamatan Musi.

Kedua, pada tanggal 3 Februari 2021, Raymundus Sau Fernandes mengajukan Willy Sonbay sebagai saksi meringankan untuk memberikan keterangan tambahan di Mapolres TTU atas kasus penganiayaan yang dilakukannya. Dan Willy Sonbay datang ke Mapolres TTU disaksikan banyak orang dan para penyidik Polres TTU.

“Seorang pengacara senior di kota Kupang, ditangkap karena diduga menghalang-halangi tim penyidik Kejati NTT dalam kasus korupsi. Kenapa di Kabupaten TTU, jaksa tidak berani tangkap Raymundus Sau Fernandes!

Apakah pasal 221 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak berlaku di TTU?,” protes Manbait.

Keterangan Foto : Tiga pegiat anti korupsi mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU), Jumat (19/2/2021).