Menjaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Kelompok Tani Desa Woloara-Ende Panen Jagung

Bagikan Artikel ini

Laporan Adi Rianghepat
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pandemi masih melanda daerah ini. Namun demikian, semangat warga Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende untuk tetap mempertahankan hidup terus ada dengan tetap menjaga ketahanan pangan dalam keluarga. Salah satu yang dilakukan adalah panen raya perdana jagung hibrida Nasa 29 hasil kerja kelompok tani desa itu.

Kepala Desa Woloara, Robertus Riwu, melalui pesan singkatnya kepada media ini, Sabtu (13/2/2021), menyebut aksi panen itu terjadi di Kampung Mboti, Desa Woloara Barat, pada Rabu 10 Februari 2021 lalu. Jagung yang dipanen sebanyak 5.5 ton tiap hektare milik Kelompk Tani Nuadoa itu juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander, Pasiter Kodim 1602 yang juga menjabat sebagi Koramil Wolowaru bersama anggota Babinsa, penyuluh pertanian serta toko masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Ende Marianus Alexander mengatakan, aksi panen perdana itu sebagai motivasi bahi kelompk tani lainnya di daerah itu untuk terus menjaga dan meningkatkan produksi pertanian, demi menjaga ketahanan pangan keluarga.

Dia mengatakan, kelompok tani adalah bagian terpenting dari upaya menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah pandemi Covid 19. Dan karenannya apresiasi layak diberikan kepada Kelompok Tani Nuadoa yang telah menunjukkan hasil ini. Dia berpesan kepada para penyuluh pertanian untuk terus bekerja membantu para petani demi menjaga produktivitas hasil pertanian para petani.

Robertus Riwu mengaku di sela kegiatan, sempat memohon bantuan peningkatan infrastruktur pertanian demi menjaga produksi pertanian di desa tersebut. Hal yang dibutuhkan kata Robertus, peningkatan jalan tani untuk memperlancar pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan dan pengolahan serta pasar. “Saya juga berharap bantuan teknologi pertanian berupa handtractor. Ya semuanya demi menjaga dan meningkatkan produksi pertanian warga di lembah Kelimutu ini,” kata alumni Seminari San Dominggo Hokeng, Larantuka-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.***