Kasus Penganiayaan Oleh Bupati Raymundus Fernandes di SP3 Polres TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Margorius Bana alias Margo, seorang warga Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menjadi korban penganiayaan oleh Bupati Raymundus Sau Fernandes, dalam proses hukum yang berjalan selama kurang lebih dua bulan, akhirnya mendapat Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan (SP3) dari Polres setempat.

Kasus penganiayaan tersebut dinyatakan SP3 setelah penyidik Polres TTU melakukan gelar perkara dengan alasan tidak cukup bukti.

Berdasarkan isi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dengan nomor : B / 19/ II / 2021 / Reskrim yang diterima kuasa hukumnya, Charly Yustus Usfunan, S.H, M.H tertanggal 11 Februari 2021 menerangkan sesuai Surat Perintah Penghentian Penyelidikan Nomor : SP2.Lidik / 12 / II / 2021 / Reskrim tanggal 10 Februari 2021 dan Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan Nomor : Sp.TAP / 12 / II / 2021 / Reskrim tanggal 10 Februari 2021, penyelidikan perkara yang dilaporkan dihentikan dengan alasan melalui pemeriksaan saksi – saksi dan pemeriksaan hasil Visum et Repertum Nomor : 452 /VISUM/U/XII/2020 tanggal 07 Desember 2020, menyatakan tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan pada tubuh pelapor serta keterangan saksi – saksi yang tidak berkesesuaian yang tidak dapat dijadikan alat bukti petunjuk.

“Sangat disayangkan sikap Polres TTU, SP3 kan kasus penganiayaan yang menimpa klien kami. Dalam peristiwa itu, jelas – jelas ada korban dan saksi – saksi. Tetapi hal itu diabaikan, di tambah keterlambatan hasil visum yang diterima penyidik Polres TTU. Sungguh aneh proses hukum yang melibatkan orang nomor 1 di TTU itu, ada apa sebenarnya”, ungkap Charly Usfunan menyayangkan SP3 kasus penganiayaan kliennya.

Atas Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan kasus penganiayaan itu, Charly Yustus Usfunan mengatakan meskipun SP3 hanya merupakan proses administrasi kepolisian namun dirinya belum terpikir untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

“Belum ada langkah hukum selanjutnya yang diambil. Dan SP3 itu juga hanya proses administrasi kepolisian. Jadi tidak menutup kemungkinan kasusnya dibuka kembali, jika ada temuan bukti baru yang menguatkan”, kata Charly kepada NTTOnlinenow.com Jumat (12/02/2021) per telepon seluler.

Baca juga : Kasus Penganiayaan Oleh Bupati TTU. PH Korban : Jangan Ada Intervensi Pihak Manapun

Sebelumnya diberitakan, Margorius Bana, diduga dianiaya oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, di Desa Oelneke, Kecamatan Musi, tanggal 6 Desember 2020 malam.

“Bupati TTU tinju saya tiga kali pakai tangan kiri. Pertama di dada saya, kedua di bahu kiri saya dan ketika di dagu dekat pipi kanan. Mungkin karena dia pakai cincin sehingga dagu sempat luka dan bengkak”, jelas Bana kepada wartawan di Kefamenanu, Selasa (8/12/2020) malam lalu, usai melapor ke Mapolres TTU.

Keterangan Foto : Charly Yustus Usfunan, S.H, M.H, kuasa hukum Margorius Bana.