Bronjong Kali Seumbam Ambruk Usai Dikerjakan. Kontraktor Bilang Itu Salah Perencana

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Bronjong penahan sepanjang 195 meter yang dikerjakan CV. Impian Bersama dengan pagu dana sebesar 700 juta rupiah lebih, ambruk sepanjang 100 meter. Warga yang bermukim sepanjang bentaran kali menduga pengerjaannya asal jadi sehingga kualitasnyapun buruk.

“Pengerjaan bronjong sepanjang 195 meter itu sudah dimulai pada bulan September 2020 lalu oleh CV. Impian Bersama. Proses pengerjaannya rampung pada pertengahan November 2020. Beberapa hari setelah dikerjakan, langsung turun hujan deras dan mengakibatkan bronjong tersebut ambruk sekitar 15 meter. Pada hujan berikutnya, bronjong tersebut kembali ambruk sehingga total kerusakan sepanjang 100 meter”, tutur Gabriel Kefi kepada para wartawan di lapangan, Jumat (05/02/2021) lalu.

Ia menilai kontraktor yang mengerjakan tidak menggali tempat pemasangan bronjong.

“Begitulah jika kontraktor tidak menggali tempat pemasangan bronjong terlebih dahulu. Bronjong kalau dipasang dengan cara dibentangkan tanpa digali ya begitu akibatnya, tidak bertahan lama. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, baru sebulan sudah ambruk”, protes Gabriel.

Tambahnya, ” Hujan pertama di akhir bulan November sudah langsung ambruk. Hujan kedua langsung ambruk 100 meter lagi. Untuk tembok penahan pasang fanderen dalamnya satu meter, kemudian baru mulai dengan pasangan. Bronjong hanya dibentangkan di atas. Tidak gali. Akhirnya selesai kerja, beberapa hari kemudian langsung ambruk. Belum sampai satu bulan,”ujarnya

Terpisah, Ignasius Leo mengeluhkan hal yang sama, pengerjaan asal jadi.

“Kami yang tinggal di pinggir kali ada lima KK, sementara 140 KK lain di bantaran Kali Seumbam. Kalau banjir jebol, maka kami kena imbas,”pungkasnya.

Sementara PPK, Frans Sanbein, mengatakan pihaknya akan segera bersurat kepada pihak rekanan untuk menyampaikan perihal ambruknya bronjong penahan di Kali Seumbam. Pekerjaan tersebut saat ini masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan. Pihaknya akan memerintahkan CV. Impian Bersama untuk segera melakukan perbaikan sesuai dengan perencanaan awal. Hal tersebut berarti jika panjang target 195 meter,maka pengerjaannya harus 195 kubik.

“Kita sudah melihat langsung di lapangan, ada bronjong terbawa banjir. Secepatnya kami akan bersurat ke rekanan karena masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan. Setelah itu kami perintahkan untuk memperbaikinya sesuai perencanaan awal. Artinya panjang seluruh target misalnya 195, maka harus 195 kubik. Ini harus sesuai kembali dengan hasil kontrak. Kami juga bersyukur karena begitu cepat ada laporan. Ini baru selesai satu setengah bulan. Karena PHO tanggal 28 November, masa pemeliharaan terhitung dari PHO,”pungkasnya.

Warga berharap atas buruknya pekerjaan tersebut, pihak rekanan diminta untuk mengerjakan ulang pekerjaan tersebut dan dimintai pertanggung jawaban secara hukum oleh aparat.

Pantauan media di lapangan, turut memantau di lokasi pembangunan tersebut, Kepala BPBD Kabupaten TTU, pengawas pekerjaan dan sejumlah Kabid.

Menjawab tudingan masyarakat, Direktur CV. Impian Bersama, Tedi mengatakan, pengerjaan bronjong kali Seumbam dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, sudah dilaksanakan sesuai RAB. Berdasarkan gambar yang diterima pihaknya, proses pembangunan bronjong dilakukan dengan cara langsung dibentangkan tanpa digali terlebih dahulu.

Ia juga mengaku, sejak awal menerima gambar pembangunan bronjong, pihaknya telah mengusulkan agar bronjong tersebut ditanam. Namun, pihak perencana memaksakan agar pengerjaan bronjong tersebut dilakukan sesuai dengan produk yang dihasilkan perencana.

“Dalam gambar perencanaan yang diterima pembangunan bronjong dilakukan dengan cara dibentangkan diatas tanah tanpa digali terlebih dahulu. Awalnya kami juga telah memprediksi bahwa struktur bangunan sesuai gambar yang dibuat perencana tidak akan dapat menahan arus banjir pada musim penghujan.

Dan kita sudah minta supaya kalau bisa bronjong itu masuk ke dalam tanah, karena kalau hanya diatas permukaan tanah tidak dapat dijamin akan kuat menahan terjangan banjir. Tapi perencana, tetap berkeras ikuti produknya. PPK harus telpon perencana supaya datang dan pertanggung jawabkan produknya. Jangan mereka hanya mau terima uang saja”, kesal Tedi, pertelepon Minggu (07/02/2021).

Meski demikian sebagai rekanan ia siap memperbaiki beberapa kerusakan yang terjadi dan melakukan pengerjaan ulang sesuai perencanaan awal. Dengan catatan, sebelum melaksanakan perbaikan, pihaknya bersama PPK dan Perencana perlu membuat kesepakatan bersama diatas materai, sehingga kelak jika terjadi kerusakan serupa, maka hal tersebut diluar tanggung jawabnya.

“Saya bisa kerja ulang tapi mari kita buat pernyataan dan tanda tangan di atas materai”, tantang Tedi.

Keterangan Foto : Bronjong penahan kali Seumbam yang ambruk setelah beberapa hari dikerjakan.