Belum Bentuk Pansus Guru Teko, Magnus Kobesi Pertanyakan Sikap Pimpinan DPRD

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Sudah dua minggu lebih Pansus Guru Teko (tenaga kontrak) belum dibentuk DPRD Timor Tengah Utara (TTU).

Penyebabnya, pimpinan DPRD TTU belum menerbitkan rekomendasi pembentukan pansus dimaksud.

Padahal dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I dan Komisi III dengan perwakilan guru teko, telah disepakati satu point solusi, yakni pembentukan pansus guru teko secepatnya.

“Pimpinan DPRD TTU masih tidur nyenyak. Omong setinggi langit. Tapi aksi nol besar. Sampai sekarang Pansus Guru Teko belum dibentuk. Padahal ini menyangkut kepentingan rakyat banyak,” kritik Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor Magnus Kobesi, S.H Rabu (27/1/2021).

Fakta sebenarnya, lanjut Kobesi, polemik tentang kasus guru teko di TTU sudah diangkat ke permukaan oleh pers dan pihak terkait.

“Namun para wakil rakyat ini seakan malas tahu. Hanya beberapa orang anggota Dewan yang getol menyuarakan masalah itu untuk dicarikan solusinya. Tapi sebatas mulut busa di ruang rapat. setelah itu mereka diam dalam kenyamanan,’ kritik Magnus Kobesi.

Sikap malas tahu dan tidak peduli Dewan terhadap aspirasi masyarakat, lanjutnya, tidak saja masalah gurut teko. Tapi juga masalah-masalah kemasyarakatan lainnya.

“Misalnya masalah listrik yang sering mati hidup. Juga masalah air PDAM yang berwarna keruh bahkan berlumpur saat musim hujan dan kering di saat musim panas, dan masalah lainnya. Tapi tidak ada follow up atas masalah tersebut,” kritiknya.

Masyarakat, lanjutnya, menginginkan agar wakil rakyatnya tidak habis di onong-omong saja tanpa mencarikan solusi.

“Habis omong, coba lakukan koordinasi dengan pihak eksekutif dan instansi teknis, gimana solusinya. Lalu diikuti terus, bagaimana realisasinya. Ditagih terus kalau belum ada aksi. Harus begitu,” jelas Magnus Kobesi.

Dua pekan yang lalu diberitakan, Komisi I dan Komisi III DPRD TTU menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintah. Yakni instansi teknis Dinas Dikbud TTU, Kantor BKD dan bagian serta unit terkait. Turut hadir para guru teko yang belum menerima gaji selama 12 bulan bekerja.

RDP yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif dihadiri oleh Ketua Komisi I, Carolus Sonbay bersama anggota dan Ketua Komisi III DPRD TTU, Therensius Lasakar bersama anggota. Hadir juga Pit Kadis PPO Kabupaten TTU, Drs. Yosep Mokos dan Kepala Bidang Pengembangan Kepegawaian, BKD TTU, Nina Fernandes.

Salah satu butir kesepakatan adalah mengusulkan kepada pimpinan Dewan agar segera dibentuk Pansus Guru Teko.

Keterangan foto : Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor, Magnus Kobesi, S.H