Pembatasan Kegiatan Masyarakat Belum Berjalan Optimal

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat. Namun demikian, pelaksaanannya itu belum optimal, masih banyak pelaku usaha dan pedagang di pasar yang belum mengindahkan surat edaran Walikota itu. Ancaman pencabutan izin usaha bisa diberlakukan.

Wakil Wali kota Kupang, Hermanus Man, kepada media Kamis (21/01/2021) mengatakan, ada sejumlah pelaku usaha, dan para pedagang di pasar belum menjalanan atau punya kesadaran penuh terhadap surat edaran Walikota Itu.

“Sesuai pantauan saya, masih ada tokoh-tokoh yang belum tutup pada pukul 19.00. Wita, malam begitupun para pedagang, masih banyak yang tidak menggunakan masker, dan tetap bertransaksi, dari waktu yang ditetapkan, begitupun pergelaran pesta,” kata Hermanus Man.

Untuk operasi gabungan dari satuan Polisi Pamong Praja akan lebih ketat lagi melakukan pemantauan. Jika kedapatan masih belum mengindahkan surat edaran itu, maka akan ditutup.

Tindakan mereka itu, sebut Wawali, diluar batas, yang hanya mementingkan keuntungan semata, tanpa memperhatikan keselamatan banyak orang.

“Kalau tidak tutup memang mereka kurang ajar, kita bukan mengancam, karena surat edaran itu bukan melanggar pidana, tapi hanya anjuran, tapi kita bisa berbuat sesuatu, karena kota ini tidak bisa autopilot,” katanya.

Herman, mengatakan pelaksaan pembatasan kegiatan masyarakat sampai tanggal 25 mendatang, akan dievaluasi. Jika berhasil menekan angka penularan covid-19, maka akan terus diperpanjang. Namun jika kasusnya masih sama, penyebarannya masih tinggi, maka pemerintah akan mempertimbangkan pemberlakuan jam malam.

“Kami akan evaluasi, operasi ini efektif atau tidak. Kalau ada penurunan, kita lanjutkan, tapi kalau sampai tanggal 25 tidak berhasil, bisa-bisa pada tangal 25 sampai 1 Ferbruari, itu kita berlakukan jam malam,” ujarnya.

Namun demikain, pemerintah tidak merta menerapkan jam malam, harus berkordinasi sai terlebih dengan tim gugus tugas, Walikota Kupang dan Forkompimda.

Kalau kasus ini tidak bisa kita tekan, dan orang masih kepala batu, maka kemungkinan diberlakukan. Kita larang pesta, orang masih curi-curi, kita anjurkan tutup toko pukul 19:00 Wita, mereka masih buka toko, saya punya bukti,” tegas Herman.