Direktris Yabiku NTT Desak Polisi Jerat Le Ray dengan Pasal Penganiayaan dan Kekerasan Seksual

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Direktris Yayasan Bife Kuan (Yabiku) NTT, Filiana Tahu mendesak penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU) untuk menjerat tersangka Le Ray dengan pasal penganiayaan dan kekerasan seksual.

“Harus dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 281 KUHP tentang kekerasan seksual terhadap wanita”, tandas Filiana Tahu, usai mendampingi korban BWA dalam rekonstruksi di rumah dinas Bupati TTU, Selasa (19/1/2021).

Penerapan pasal ini sangat bersesuaian dengan sejumlah fakta yang terungkap dalam rekonstruksi di tiga tempat berbeda.

Fakta-fakta tersebut, papar Filiana Tahu, pertama, yaitu tersangka Le Ray mencopot paksa pakaian korban dan merobek miniset atau dalaman milik korban saat menyekap korban dalam kamar tidur rumah dinas Bupati TTU.

Kedua, saat korban sudah telanjang, tersangka Le Ray merekam video gambar tubuh korban.

Ketiga, tersangka Le Ray menusuk alat vital korban menggunakan ujung gagang sapu ijuk.

Keempat, membiarkan korban dalam kondisi tanpa pakaian, buang air kecil sebanyak tiga kali di lantai kamar rumah dinas Bupati TTU .

Kelima, mengancam memukul kepala korban dengan batu besar sebelum memperkosa korban di kebun pepaya milik Bupati TTU.

“Saya minta semua stakehorlder dan komponen masyarakat TTU bersatu untuk mendesak penyidik Polres TTU menerapkan pasal berlapis ini. Dan saya berjanji akan berjuang sampai kasus ini tuntas”, tandas Filiana Tahu.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan pihaknya belum menyimpulkan hasil rekonstruksi. Sebab belum melakukan gelar perkara.

“Belum bahas ke sana (kesimpulan, Red). Masih dicatat, sebab belum gelar perkara, tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Timor Tengah Utara (TTU) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengejar seorang pria bernama Le Ray, warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sejak Selasa (5/1/2021) dini hari.

Ia dicari-cari dan dikejar polisi karena menculik, menyekap dan menganiaya serta memperkosa seorang wanita berinisial BWA (32), warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di tiga tempat berbeda.

Salah satunya tempat yang digunakan pelaku untuk menyekap, menganiaya dan melecehkan secara seksual korban, terjadi di rumah dinas Bupati TTU, dekat Kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Kefamenanu.

Bahkan korban juga dibawa ke lahan Perkebunan Pepaya milik Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt di Desa Naen, kelurahan Tubuhue lalu di perkosa di antara rerimbunan pohon pepaya, di gelap malam. Kejadian ini disaksikan penjaga kebun.

Pelaku akhirnya berhasil dibekuk di perbatasan Timor Leste, tepatnya di rumah kerabatnya di Desa Halibate, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Ia diduga akan menyeberang dan melarikan diri ke Timor Leste. Namun keburu ditangkap oleh Tim Buser Polres TTU, yang beranggotakan Bripka Polikarpus Ikun Fahik, Brigpol Gregorius Haki Taslulu dan Brigpol Muhamad Nur BM.

Keterangan Foto : Direktris Yabiku NTT, Filiana Tahu mendampingi korban dalam proses rekonstruksi di TKP Kebun Pepaya milik Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.