Lagi, Satu Pasien Positif C19 di Manggarai Meninggal Dunia

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S.Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Satu lagi Pasien terkonfirmasi Positif Covid 19 (C19) di Kabupaten Manggarai, NTT meninggal dunia, Rabu, 13 Januari 2021 di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Pasien berinisial DE (77) berjenis kelamin Laki-laki, beralamat di Jl. Soekarno, Kelurahan Pau, kecamatan Langke Rembong.

Pasien DE, masuk RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, pada Selasa, 12 Januari 2021, dan hasil pemeriksaannya terkonfirmasi Positif C19.

Dengan meninggal dunianya pasien positif C19 tersebut, Satgas C19 kabupaten Manggarai meminta kepada keluarga dan semua orang yang pernah berkontak erat dengannya untuk segera melaporkan diri kepada Satgas C19 Manggarai agar dilakukan Rapid Antigen, Ujar Juru Bicara Satgas C19 Manggarai, Lodovikus D. Moa, kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).


Lanjut Moa, mengingat dan mempertimbangkan adanya trend Peningkatan Jumlah Kasus C19 yang signifikan di Kabupaten Manggarai, Tim Satgas C19 bekerja cepat dan terus melakukan giat pengendalian, pencegahan, dan secara periodik melakukan sosialisasi serta pendidikan kesehatan kepada masyarakat, melakukan penelusuran kontak kasus, penapisan, melakukan Pemeriksaan Rapid Test, Rapid Antigen, pengambilan Sampel SWAB untuk pemeriksaan PCR bagi warga yang pernah melakukan kontak erat dengan Pasien yang terkonfirmasi Positif C19.

Hingga kini total pasien positif C19 di kabupaten Manggarai berjumlah 200 orang. Diantaranya, sembuh 86 orang, sedang dirawat dan diisolasi berjumlah 113 orang.



Dari 113 orang pasien positif C19 itu, sejumlah 102 orang merupakan hasil rapid antigen positif, sedangkan 11 orang lainnya Positif berdasarkan hasil pemeriksaan SWAB Laboratorium PCR RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang.

Peran serta aktif seluruh masyarakat Manggarai untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dirinya dengan mematuhi setiap Protokol Kesehatan, antara lain Wajib Pakai Masker, sering Cuci Tangan pake Sabun dan menggunakan hand Sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, menghindari rangkaian kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, seperti kegiatan Pesta dan acara adat yang berpotensi menularkan C19, sebut Lodovikus D Moa.

Selain itu, kepada setiap Pelaku Perjalanan, diminta untuk wajib melaporkan diri serta melakukan isolasi mandiri, wajib Rapid Test dan SWAB Test.