Aksi Demo Aliansi Pemuda Belu Minta Korban AD Dibebaskan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Aliansi Pemuda Belu menggelar aksi damai pasca penetapan AD korban ketidakadilan dan konspirasi yang ditetapkan pihak penyidik Polres Belu terkait dugaan pelanggaran pidana Pemilu-Pilkada Belu 2020.

AD warga Nanaet Duabesi ditetapkan Polisi sebagai tersangka pada tanggal 29 Desember 2020 lalu. Korban AD yang kini tengah mendekam diruang tahanan Mapolres Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Aliansi Pemuda Belu Peduli Kemanusiaan gabungan para Petani, Tukang Ojek, Pedagang Kaki Lima, Karyawan Toko, Penyual Sayur, Pemulung, Sopir Angkot, Ibu Rumah Tangga, Ormawa, dan Ormas se-Kabupaten Belu menilai AD Korban korban ketidakadilan para elit politik dan konspirasi kriminalisasi Polres Belu.

Dalam aksi damai itu Aliansi Pemuda Belu peduli kemanusiaan meminta kepada pihak Polres Belu untuk segera membebaskan korban AD yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik pekan lalu.

Demikian salah satu tuntutan Aliansi Pemuda Belu Peduli Kemanusiaan dalam selebaran yang diterima awak media saat aksi damai, Kamis (07/01/2021).

Seusai pantauan media, titik awal aksi damai Aliansi Pemuda Belu Peduli Kemanusiaan mulai bergerak Taman Fronteira Garden Atambua sekira pukul 10.30 Wita dipimpin Remigius Bere sebagai penanggungjawab dan koordinator aksi, Marselus Seran.

Selanjutnya rute aksi damai Aliansi Pemuda Belu bergerak dari Taman Fronteira Garden menuju Rumah Jabatan Bupati belok kiri cabang SMAK Suria belok kanan cabang Sentral simpang empat lampu merah.

Kemudian melintasi Aliansi Gereja Katederal menuju ke Simpang Lima memutar menuju ke Mapolres Belu. Didepan Mapolres Belu peserta aksi secara bergantian berorasi menyampaikan penolakan terhadap penetapan dan penahanan AD sebagai tersangka oleh penyidik.

Nampak, dalam aksi tersebut peserta membawa serta sebuah spanduk foto Akulina Dahu dan bertuliskan Save “Akulina Dahu” untuk Keadilan.

Usai melakukan orasi, peserta aksi damai Alisiansi Pemuda Belu menuju ke gedung DPRD Kabupaten Belu.


Sementara itu Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh yang dikonfirmasi awak media mengatakan, proses penetapan AD sebagai tersangka kasus pelanggaran pidana Pilkada Belu telah sesuai prosedur mulai dari tahapan penyelidikan hingga ke penyidikan.

Jelas Khairul, kasus penanganan pelanggaran pidana Pilkada berdasarkan laporan Bawaslu Belu. Jadi proses awalnya warga laporkan ke Bawaslu terkait dengan Aqulina Dahu dan dikaji oleh wadah Gakumdu yang terdiri dari penyidik Polres Belu, jaksa penuntut dan Bawaslu.

“Hasilnya sepakat bahwa ada dugaan pelanggaran pidana Pemilu. Maka dari itu mekanismenya karena sepakat Gakumdu, Bawaslu laporkan ke Polres Belu, dengan laporan itu kita keluarkan laporan Polisi sehingga kita lanjutkan dengan tahapan penyelidikan dan penyidikan dan kita sudah tetapkan para tersangka,” ujar dia.

Akui Khairul, pihaknya tetapkan Agulina Dahu sebagai tersangka karena tidak kooperatif, kita panggil sekali tidak datang kedua tidak datang, termasuk penyidik datang ke rumah orang tua tapi yang bersangkutan tidak ada dan kita lakukan pencarian kita ketemu di rumah saudaranya dan langsung kita lakukan penangkapan lanjut pemeriksaan di Polres Belu.

“Untuk proses penyidikan kita lakukan penahanan. Sedangkan untuk dua tersangka KPPS mereka kooperatif kita tidak lakukan penahanan, hanya sistem wajib lapor. Penanganan kasus ini semantara berproses dan semua berkas telah kita limpahkan ke pihak Kejaksaaan,” kata dia.