Diduga Aniaya Margorius Bana Di Tengah Jalan Umum, Bupati TTU Diperiksa Polisi 2 Jam

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Aparat penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU) memeriksa Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, selama 2 jam, Senin (4/1/2021) siang. Pemeriksaan dimulai pukul 10.30 Wita hingga 12.30 Wita.

Penyidik mengajukan pertanyaan – pertanyaan terkait dugaan tindak kriminal penganiayaan Bupati TTU terhadap korban.

Kedatangan Bupati TTU ke ruang Satreskrim Polres TTU, dikawal ajudannya dan penasehat hukumnya, Robertus Salu, S.H, M.H.

“Memang benar ada pemeriksaan Bupati TTU. Beliau datang memenuhi panggilan kedua penyidik, Senin (4/1/2021) siang, setelah panggilan penyidik yang pertama, 24 Desember 2020 lalu tidak ditanggapi dan tanpa pemberitahuan alasannya,’ jelas Kasatreskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam ketika dihubungi per telepon Senin siang.

AKP Sujud Alif enggan menjelaskan secara rinci berapa pertanyaan yang diajukan penyidik dan anasir pertanyaan tentang apa saja.

“Ada banyak pertanyaan. Tapi isinya sekitar klarifikasi biasa tentang dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Bupati TTU terhadap korban Margorius Bana,” jelas salah satu anggota penyidik Satreskrim Polres TTU, yang menolak dituliskan namanya. la menyarankan wartawan bertanya langsung ke Kasatreskrim Polres TTU agar mendapatkan jawaban yang lengkap.

Sebelumnya Charlie Yustus Usfunan, SH, MH, penasehat hukum (PH) dari Margorius Bana, mengecek perkembangan penanganan kasus penganiayaan itu di Mapolres TTU, Senin (28/12/2020) siang.

Kliennya, Margorius Bana, diduga dianiaya oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, di Desa Oelneke, Kecamatan Musi, tanggal 6 Desember 2020 malam.

“Bupati TTU tinju saya tiga kali pakai tangan kiri. Pertama di dada saya, kedua di bahu kiri saya dan ketika di dagu dekat pipi kanan. Mungkin karena dia pakai cincin sehingga dagu sempat luka dan bengkak”, jelas Bana kepada wartawan di Kefamenanu, Selasa
(8/12/2020) malam lalu, usai melapor ke Mapolres TTU.

Padahal, lanjut Bana, ia tidak punya masalah atau dendam dengan Bupati TTU sebagai pribadi maupun sebagai pejabat. la menduga Bupati TTU menganiaya dirinya terkait Pilkada Serentak TTU yakni dukung mendukung paket pasangan calon tertentu.


“Saya akan proses hukum kasus ini sampai tuntas. Saya juga sudah ambil visum et repertum di rumah sakit, diantar dan ditemani penyidik dari Polres TTU,” tukasnya kesal.

Baca juga : Kasus Penghadangan dan Penganiayaan Oleh Bupati TTU. Korban Membenarkan Video Viral Saat Diserang Raymundus Fernandes 

Kasus Penghadangan dan Penganiayaan, Awal Bulan Januari Polisi Bakal Periksa Bupati TTU

Sementara, Robertus Salu, S.H, M.H, Penasihat Hukum terlapor Bupati Raymundus Sau Fernandes, mengatakan sebagai warga Negara yang baik, kliennya tetap harus menghormati setiap proses hukum dan itu wajib. Kliennya juga sudah melakukan pemeriksaan klarifikasi terkait beberapa pertanyaan oleh pihak penyidik.

“Klien saya Pak Raymundus Fernandes membantah kalau dirinya melakukan penganiayaan terhadap saudara Margorius Bana. Tapi berhubung sudah dilaporkan, tentu kita juga menghormati laporan yang disampaikan Margorius Bana karena itu adalah hak hukumnya, karena dia yang melapor, maka silahkan dibuktikan tuduhannya itu,” ujar Robert.

Dirinya juga sebagai orang hukum mengingatkan bahwa berbicara mengenai dasar fakta hukum tidak boleh didasarkan pada asumsi, tetapi harus didasarkan kepada bukti-bukti yang cukup. Di mana kliennya sama sekali tidak melakukan penganiayaan seperti yang dilaporkan terlapor.

”Kami akan buktikan keterangan kami dengan menghadirkan saksi- saksi yang berada di TKP saat itu,” tandas Robert.