Orang Tua Murid di Kupang Minta Kembali Diberlakukan Belajar Tatap Muka

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan, Para orang tua murid di Kota Kupang disebut menginginkan agar kembali diberlakukan proses belajar tatap muka. Sebagian orang tua mengaku sudah pada batas kesabaran mengurus anak di rumah serta tidak efektif meningkatkan pengetahuan anak-anak jika belajar dalam jaringan, atau Daring.

Dumuliahi Djami kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2020 mengatakan, banyak orang tua yang tidak sanggup lagi membimbing anaknya belajar di rumah secara daring, terlebih pada orang tua murid, baik ayah maupun ibunya yang sama-sama bekerja.

Namun demikian, kata Djami, pihaknya belum bisa memberlakukan proses belajar mengajar tatap muka seperti permintaan para orang tua murid itu, ditengah pandemi covid-19, apalagi di kota Kupang terus mengalami lonjakan kasus.

Pemberlakuan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka itu, kata Djami, harus terlebih dahulu dilakukan kajian lebih jauh. Ada sejumlah peraturan dan fasilitas yang harus benar-benar diperhatikan dan dipenuhi, terutama kesiapan sekolah-sekolah dalam memberlakukan protokol kesehatan.

Selain itu, hal yang paling penting pula, adalah semua orang tua murid di Kota Kupang harus menyetujui kembali proses belajar mengajar daring itu. Persetujuan bersama orang tua itu harus ditandatangi dan dikuti pula dengan surat pernyataan. Hal itu, akan menjadi dasar pertimbangan dibukanya kembali kegiatan belajar tatap muka. Pasalnya, akan sangat beresiko, jika kemudian ada murid yang terpapar covid-19, pemerintah Kota, melalui Dinas P dan K, bisa digugat atau dipidanakan orang tua murid. Untuk itu, kesepakatan bersama dan surat pernyataan para orang tua perlu.

Lebih jauh, Djami mengatakan, pemerintah saat ini memamg tengah melakukan kajian, terutama pada kesiapan sekolah dalam menyiapkan fasilitas pencegahan covid-19. Kajian itu juga berupa soal pengaturan kapasitas serta waktu pembelajaran secara tatap muka.

Sementara Anggota Komisi Empat DPRD Kota Kupang, Epy Seran mengaku kejenuhan para orang tua murid itu wajar adanya. Namun demikian, ia meminta pemerintah kota harus melakukan kajian terlebih dahulu soal dibukanya kembali proses belajar mengajar tatap muka itu.

Selain kejenuhan orang tua, kata Epy Seran, para siswa pun mengalami hal itu. Ketiadaan suasana interaksi bersama teman-teman sekolah, tentu sangat dirindukan. Apalagi para murid berada pada fase usia bermain. Murid itu, bisa tumbuh dan berkembang, salah satu faktor karena sebuah proses interaksi atau sosialisasi di lingkungan sekolah. Namun demikian, melonjaknya kasus pasien covid-19 di kota Kupang, tentu menjadi persoalan tersendiri. Pemerintah perlu meyiapkannya secara bijaksana. Harus ada rambu-rambu yang menjadi pedoman kebijakan pemerintah. (NTT-YM)