Hasil Rekapitulasi KPU : Raih 37,3 Persen Suara, Juandi David – Eusabius Binsasi Menang Pilkada TTU 2020

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati (Cabup – Cawabup), Juandi David – Eusabius Binsasi meraih 37,3 persen atau setara dengan 48.926 suara yang membuat mereka unggul di Pilkada Timor Tengah Utara 2020.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) TTU telah merampungkan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) TTU di Balai Biinmafo Rabu (16/12/2020).

Hasilnya, pasangan Juandi David – Eusabius Binsasi dipastikan memenangi kontestasi politik lima tahunan lantaran mengungguli suara kandidat lainnya.

Paket Desa Sejahtera Unggul di 12 Kecamatan

Pasangan calon Juandi David – Eusabius Binsasi yang diusung Partai Golkar, Gerindra dan PKB ini menyegel kemenangan di dua belas kecamatan di Kabupaten TTU. Yakni, Kota Kefamenanu, Miomafo Timur, Naibenu, Insana Utara, Biboki Selatan, Biboki Utara, Biboki Tanpah, Biboki Moenleu, Biboki Feotleu, Biboki Anleu, Bikomi Selatan, dan Bikomi Tengah.


“Hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara dicantumkan dalam Berita Acara yang ditandatangi komisioner KPU TTU dan saksi ketiga pasangan calon. Pasangan calon nomor urut 3, Juandi David -Eusabius Binsasi mengantongi 37,3 persen atau 48.926 suara. Berada di posisi kedua, pasangan nomor urut 1, Kristiana Muki – Yosef Tanu memperoleh suara 33,5 persen atau 43.958 suara. Dan pasangan nomor urut 2, Hendrikus Frengky Saunoah – Amandus Nahas meraih 29,3 persen atau 38.408 suara”, jelas Ketua KPUD TTU, Paulinus Lape Feka.

Kepada sejumlah wartawan, Paulinus mengatakan, setelah pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara, maka pihaknya akan segera melakukan rapat pleno penetapan calon terpilih, namun tergantung dari setelah pengumuman buku registrasi perkara di Mahkamah Konstitusi.

“Setelah pengumuman itu, kita lihat bahwa di KPU bukan merupakan wilayah digugat, atau tidak ada gugatan maka paling lambat lima hari KPU Kabupaten harus melakukan penetapan calon terpilih,” jelasnya.

Paulinus menjelaskan, waktu yang diberikan kepada para pihak yang merasa dirugikan untuk melakukan gugatan ke MK selama tiga kali 24 jam setelah penetapan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara.



“Jadi mulai dari SK penetapan hari ini. Yang menjadi obyek sengketa adalah SK penetapan rekapitulasi perolehan suara. Kalau tidak ada gugatan maka langsung dilakukan penetapan calon terpilih. Tapi kalau ada gugatan kita undur lagi sampai ada putusan MK. Setelah putusan MK keluar, paling lambat lima hari maka harus ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Keterangan Foto : Ketua KPUD TTU, Paulinus Lape Feka.

Partisipasi Pemilih

Lebih jauh, Ketua KPUD TTU, Paulinus Lape Feka menyampaikan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) tahun 2020. Menurutnya partisipasi pemilih belum sesuai dengan apa yang diharapkan, lantaran belum sesuai dengan target yang ditetapkan oleh KPU pusat.

“Target nasional yakni 77,5 persen, sedangkan capaian kita di TTU dibawah 77,5 persen. Berkisar antara 74-75 persen,” kata Feka.

Rapat pleno terbuka yang dipimpin langsung oleh Ketua KPUD TTU Paulinus Lape Feka tersebut berjalan aman dan lancar. Bawaslu dan ketiga saksi pasangan pun menerima hasil pleno terbuka perhitungan suara.