Penjabat Sekda Belu Buka Evaluasi Tim Koordinasi Penurunan Stunting Terintegrasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penjabat Sekda Belu Frans Manafe resmi membuka kegiatan evaluasi tim koordinasi penurunan stunting terintegrasi tingkat Kabupaten Belu, Senin (14/12/2020).

Kegiatan berlangsung di Hotel Nusantara 2 Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL dihadiri, Plt Kadis Kesehatan, para Camat, Kepala Kelurahan, Kepala Desa terkait serta pimpinan OPD teknis.

Menurut Manafe, pembangunan kesehatan adalah salah satu bagian dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat secara mandiri agar pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal dapat terwujud.

Dikatakan, prioritas pembangunan kesehatan sesuai RPJMD bidang kesehatan tahun 2016-2021 adalah penurunan angka kematian Ibu dan Anak, perbaikan gizi khususnya stunting, pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular.

“Dengan demikian pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia,” ujar Manafe.

Lanjut Mantan Kepala Bappeda Belu itu, telah kita ketahui bersama bawa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronik terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) serta terjadinya infeksi berulang karena pola asuh yang tidak memadai.

“Untuk itu perlu adanya upaya pencegahan stunting yang memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor, tingkat pemerintahan, swasta, dunia usaha, LSM/NGO, serta masyarakat seluruhnya,” ucap Manafe.

Diharapkan, strategi nasional pencepatan pencegahan stunting dapat menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung komitmen para pimpinan nasional baik di pusat maupun daerah.


Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (riskesdas,2018) prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8 % dan prevalensi stunting di propinsi NTT sebesar 42,6 %. Sedangkan presentase stunting di Belu berdasarkan target RPJMD tahun 2020 sebesar 24,19%.

“Cakupan sektor terkait tetap melaksanakan intervensi pencegahan stunting sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ungkap dia.

Lanjut Manafe, salah satu kegiatan untuk mengetahui keberhasilan suatu program atau kegiatan, maka perlu dilakukan evaluasi. Kegiatan hari ini (tim pokja) dilaksanakan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan intervensi pencegahan stunting yang telah dilakukan oleh setiap pokja terkait dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah Belu.

“Kesempatan ini saya mengajak kita semua agar bisa berpartisipasi aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting serta menanggulangi permasalahan kesehatan di daerah Belu, demi tercapainya generasi penerus belu yang sehat dan berkualitas,” pinta Manafe akhiri arahannya.