Pemkot Kupang Telah Pasang 22 Typing Box di Restoran dan Hotel

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, melalui Dinas Pendapatan Daerah (BPD) Kota Kupang, telah memasang sebanyak 22 Typing Box di restourant dan hotel di Kota Kupang. Pemasangan ini dalam rangka melaksanakan sistem pajak secara online guna mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kupang.

Kepala BPD Kota Kupang, Ari Wijana kepada wartawan Kamis (26/11/2020), mengatakan untuk melaksanakan sistem pajak secara online itu, pemerintah menargetkan memasang sebanyak 80 titik Typing Box pada akhir tahun 2020 ini, namun baru terlaksana sebanyak 20 Typing Box.

Typing Box merupakan perangkat yang dipasang di wajib pajak dan digunakan sebagai pembanding terhadap laporan omset yang dilaporkan secara online oleh wajib pajak.

“Pemasangan ini dalam rangka penerapan monitoring pajak daerah secara online. Aktivitas ini, akan dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai perkembangan kebutuhan,” katanya.

Ari berharap, sebelum tutup tahun pada tanggal 15 desember mendatang, semua Typing Box itu telah dipasang di restaurant dan hotel agar memudahkan pihaknya dalam mengontrol para wajib pajak.



Sementara terkait capaian PAD di tahun 2020, Ari mengaku sudah mencapai 85,7 persen. Disisa waktu kurang lebih, 1,5 bulan ini, Ari optimis target itu bisa terealisasi.

Dalam meniangkatkan pendapatan daerah itu, Ari mengaku masih mendapat berbagai kendala, terutama ditengah pandemi covid-19, yang memukul semua sektor, terutama tempat hiburan yang sepi pungunjung, dan tingakat hunian hotel yang menurun.

Namun demikian, kata Ari, Berbagai upaya tengah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah itu, salah satu dengan memasang Tyoing box di hotel dan restaurant tersebut.

Ari mengatakan, yang menjadi fokus pihaknya saat ini adalah pajak reklame, karena ada pajak reklame yang berakhir pada akhir tahun karena mengunakan sistem kontrak satu tahun.

Dikatakan Ari, target PAD sebelumnya ditetapkan dapam APBD murni Kota Kupang, sebesar Rp116 miliar, namun karena penyebaran covid-19, kemudian dirasionalisasikan menjadi Rp89,8 miliar, dan dalam sidang anggaran perubahan dirasionalisasi lagi menjadi Rp98 miliar lebih. (NTT-YM)