Musim Tanam, Dinas Pertanian Belu Distribusi Pupuk, Benih dan Traktor ke Lokasi

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Memasuki musim tanam, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu mendistribusikan semua benih-pupuk untuk para petani di Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Selain itu 19 traktor telah siap di lokasi para petani dan lahan perkebunan milik warga petani telah siap untuk ditanami benih.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu, Gerardus Mbulu, langkah percepatan distribusi kebutuhan petani guna mencegah terjadinya gagal panen yang bisa saja terjadi seperti, keterlambatan pendistribusian benih, pupuk, kurangnya curah hujan dan kurangnya alat produksi pertanian.

“Kita sudah selesai mendistribusikan pupuk dan benih bibit berupa padi dan jagung. Karena apabila terlambat distribusi maka gagal panen,” ujar dia belum lama ini.

Jelas dia, sesuai prediksi BMKG, hujan di wilayah kabupaten Belu bisa normal di Desember. Tetapi sebagai persiapan Dinas teknis melalui pendampingan petugas mantri pertanian memastikan persiapan lahan masyarakat sudah disiapkan.

Lanjut dia, untuk mendukung petani maka Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu membantu membalik tanah gratis, melalui kehadiran 19 traktor yang sudah terdistribusi di masyarakat.

“Traktor yang sejak Juni sudah stay dilokasi yang disiapkan untuk mengolah lahan kering masyarakat secara gratis. Ini bentuk kepedulian pemerintah membantu petani menghadapi musim tanam,” jelas Mbulu.

Dijelaskan traktor terdistribusi tersebar di 8 Kecamatan. Yakni kelompok tani Desa Silawan, Kenebibi, Dualaus, Leosama, Kabuna, Rafae, Teun, Tasain, Mandeu, Tuapora, Tukuneno, Atambua Selatan, Manumutin, Labalutolu, Bakustulama dan Bakoa.

Dikatakan distribusi traktor sejak bulan Juni untuk kelompok tani. Alokasi pengolahan lahan kering seluas 1000 ha. Tetapi karena covid-19 alokasi anggarannya dipangkas. Sehingga penggarapan gratis tersisa 459 ha. Hasil quota balik lahan gratis sudah selesai. Tetapi dalam sidang perubahan ada penambahan 400 hektar sehingga jumlah pengolahan lahan gratis untuk tahun ini seluas 859 ha.

Mbulu menuturkan, operasional para operator, sebanyak 20 orang biaya insentif dan bahan bakar ditanggung dinas. Semua tenaga operator tracktor itu merupakan pegawai kontrak daerah dan 3 orang tenaga relawan.

“Untuk menggenjot kemajuan pertanian di Belu maka di dukung tenaga PPL sebanyak 70 orang untuk mendampingi kelompok tani yang terdapat di 69 desa di Belu,” kata dia.

“Kehadiran tenaga PPL masih kurang karena desa di Belu sangat luas yang tersebar di dusun lokasi jaraknya jauh dan luas dan jumlahnya banyak,” sambung Mbulu.

Tambah dia, sebagai solusi agar petani bisa dijangkau semuanya maka semua petugas PPL selalu di berikan dorongan agar mendampingi semua para petani di musim hujan.

Menurut dia, meski saat ini semua benih dan pupuk serta lahan sudah disiapkan sehingga dinas targetkan setiap ha lahan jagung akan menghasilkan 3 ton jagung. Itupun bila didukung curah hujan yang normal. Sebab benih bantuan yang dibagi saat ini adalah benih jagung dengan kualitas tinggi seperti hibrida dan lamuru.

“Untuk pengolahan petani sawah untuk Kabupaten Belu sudah 2 tahun mengalami gagal panen. Semoga tahun ini curah hujan normal sehingga petani sawah bisa berhasil panen,” ungkap Mbulu.

Senada Francisko M. Barreto Kepala Seksi produksi pertanian Belu, mengatakan selain benih jagung dan traktor yang sudah diberikan ke masyarakat dinas juga telah mendistribusikan Herbisida. Tinggal pupuk NPK Phonska sebanyak 10 ton yang masih berada di atas kapal dan belum dibongkar di pelabuhan Atapupu.

“Karena itu belum belum bisa didistribusikan. Kalau sudah ada kita langsung distribusi ke lapangan,” ucap dia.

Jelas Barreto, bibit padi gogo, diperuntukan bagi 300 ha lahan padi ladang. Dan sudah terdistribusi semuanya sebanyak 12 ton dan pupuk jitu 17. Padi gogo dengan luas lahan 300 ha tersebar di 8 kecamatan dalam wilayah Belu. Delapan kecamatan yakni Lamaknen, Lamaknen Selatan, Raihat, Lasiolat, Tasifeto Timur, Tasifeto Barat, Nanaet-Duabesi, Raimanuk.

“Sedangkan untuk 3 kecamatan di dalam Kota Atambua dan Kakulukmesak tidak bisa untuk tanaman padi ladang,” terang dia.

Lebih lanjut, Bareto menjelaskan bahwa untuk lahan persawahan di Belu terdapat 1500 hektare, benihnya juga sudah disebarkan sebanyak 37,500 ton. Sebarannya lahan persawahan terdapat di 9 kecamatan yakni, Kakulukmesak sebanyak 100 ha, Lamaknen, Raihat, Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan, Tasifeto Timur, Lasiolat, Tasifeto Barat, Raimanuk

Khusus untuk jagung ditambahkan benih jagung hibrida (HC21) sudah disebar untuk 1000 ha, lalu jenis jagung 514 juga 1000 ha semua juga sudah disalurkan. Total semuanya berjumlah 30 ton. “Untuk wilayah sebaran kelompok tani yang mendapat benih jagung itu di kecamatan; Nanaet-Duabesi, Raihat, Raimanuk, Tasifeto Barat, Tasifeto Timur,” ungkap dia.

Laporan sesuai Dinas Pertanian dan ketahanan pangan NTT. Sehingga jika hujan normal tentunya Belu sukses memproduksi jagung. Apalagi dalam setahun bisa dua kali musim tanam.

Untuk diketahui, hasil jagung di Kabupaten Belu menjadi salah satu kabupaten yang bisa memproduksi dan menghasilkan sendiri benih jagung komposit dan mensuplai ke kabupaten lain salah satunya ke Kabupaten Kupang.

Tidak saja itu, bibit untuk petani lahan kering, dinas Pertanian dan Perkebunan Belu juga mendistribusikan bibit jagung untuk program TJPS musim tanam Oktober-Maret sebanyak 710 ha. Benih jagung yang sudah disebarkan sebanyak 14,200 ton. Sebarannya di Atmbua Barat, Tasifeto Timur, Kakulukmesak sumber anggarannya dari ABPD 1 NTT. (YB/Advetorial-Dinas Kominfo Belu)