Tujuh Tahun CPNSD Belum Terima NIP Diduga Bupati TTU Belum Memproses Nota Persetujuan ke BKN

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Lurdes Maria Benedita Sequiera (35), lulus seleksi CPNSD K-2 Formasi Tahun 2014. Namun hingga sekarang atau sudah tujuh tahun, ia belum mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP) dan belum bisa menerima gaji dan tunjangan sebagai hak seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Diduga, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes belum memproses berkas pengangkatannya CPNSD K-2 Tahun 2014 ke pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Karena itu saya melaporkan dan mengadu secara tertulis kepada pihak BKN,Komisi ASN dan Ombudsman RI di Jakarta,” demikian siaran pers yang disampaikan Maria kepada para wartawan di Kefamenanu, Selasa (24/11/2020).

Selain itu Maria juga telah mengadukan kasus ini kepada Asisten Administrasi Setda TTU, Drs. Raymundus Thall dan Komisi I DPRD TTU. Ia datang mengadu didampingi Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, dan dua anak Maria.

“Nanti saya sampaikan persoalan ini kepada Bupati TTU dan Sekda TTU. Beliau berdua sedang tugas keluar daerah. Berkas dokumen saya pegang untuk saya sampaikan kepada beliau berdua,” janji Raymundus Thall, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa siang.

Kepada wartawan, Maria menuturkan ia adalah guru non PNS yang telah mengajar sejak tahun 2005 sampai 2015 di SD Negeri Pantae, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ia masuk daftar CPNSD K-2 setelah lulus seleksi ujian tertulis BKN yang diumumkan pada bulan November 2013. Hal ini dibuktikan dengan nomor urut kelulusan 325.



Meskipun semua berkas persyaratan pengangkatan sebagai CPNS telah di-upload ke BKN dengan sistem online dan berkas fisiknya telah diserahkan ke BKD Kabupaten TTU untuk pengurusan selanjutnya ke BKN sejak tahun 2014. Namun pada kenyataanya saat penerimaan SK Pengangkatan CPNSD bertahap mulai bulan juli 2015 hingga November 2015 , tidak terbit SK pengangkatan CPNSD atas nama Lurdes Maria Benedita Sequiera.

“Herannya, rekan guru honor pada SDN Pantae atas nama Mikhail Kono yang sama – sama dinyatakan lulus CPNSD, telah memperoleh SK pengangkatannya pada bulan Oktober 2015. Saya punya belum ada sampai
sekarang,’ keluhnya.

Diperoleh informasi, ternyata segala berkas dokumen pengusulan CPNSD atas namanya belum diusulkan Bupati TTU ke Kantor BKN.

“Lalu saya serahkan uang Rp 4 juta kepada seorang pegawai BKD Kabupaten TTU untuk ke Jakarta mengurus dokumen tersebut. Namun sampai sekarang belum ada kabar beritanya,” tambah Maria.

Pada bulan Mei 2018 ia bertemu Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt dan mengadukan persoalan yang menimpanya.

“Saat itu Pak Bupati buat disposisi dan memerintahkan Kepala BKD Kabupaten TTU atas nama Fransiskus Tilis (sekarang menjabat Penjabat Sekda TTU, Red) untuk segera menyelesaikan dan memproses berkas-berkas dokomen usulan saya. Dan Pak Frans Tilis berjanji akan menyelesaikan. Ia minta saya pulang dan tinggalkan nomor handphone. Jika sudah beres, ia akan menghubungi saya. Namun sampai sekarang tidak ada kabar beritanya lagi,” keluh Maria.