Orang Tua Korban Penganiayaan, Kecam Tindakan Main Hakim Sendiri Oleh Bupati Raimundus dan Yosef Muki

Bagikan Artikel ini

Laporan : Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com- Tindakan kekerasan psikis dan fisik yang dilakukan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raimundus Sau Fernandes, S.Pt dan iparnya, Yosef Muki S Pt, M,Si selaku Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda TTU dikecam keluarga korban penganiayaan, Cornelia C.B Haekase.

Perwakilan orang tua korban, Gabriel Bifel asal desa Noeltoko mengungkapkan kekecewaaannya atas tindakan semena – mena berupa pengancaman oleh Bupati Raimundus dan tindakan kekerasan fisik terhadap korban, oleh Yosef Muki.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang dipertontonkan Bupati Raimundus dan iparnya Yosef Muki, di rumah pribadi orang nomor 1 di TTU itu sangat tidak manusiawi dan merupakan tindakan memalukan.

“Baru kemarin kami mendengar berita ini, kami sangat kecewa dan menyesal. Karena yang pertama, anak kami (korban)diminta datang untuk menyelesaikan masalah lain. Mungkin ada kesalahpahaman diantara mereka, sehingga diminta untuk berdamai dan anak kami ke sana. Sampai di rumah Bupati, mereka diterima dengan baik. Tetapi kemudian, dia (Bupati) menyampaikan ancaman, “Untung kau ini perempuan, kalau laki – laki sudah saya bunuh”. Seorang pemimpin bisa berkata demikian, itu yang saya sebagai orang tua sangat kecewa. Itu merupakan kata – kata kekerasan terhadap perempuan. Dan disini, Bupatilah yang sebenarnya memberi peluang untuk iparnya melakukan kekerasan terhadap anak kami”, tandas Gabriel Bifel di depan pimpinan Lembaga DPRD dan anggota Komisi I DPRD TTU, Senin (23/11/2020).

Tonton ungkapan kekecewaan pihak keluarga korban terhadap Bupati dan iparnya :

Menyikapi masalah tersebut, DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara setelah menerima pengaduan korban dan keluarga, melalui Komisi I akan melakukan langkah konkrit untuk menyelesaikan masalah yang menimpa korban Cornelia Haekase dengan terduga pelaku penganiayaan Kabag Organisasi dan Tata Lakasana Setda TTU, Yosef Muki, S.Pt M.Si. dalam dugaan kekerasan.



Cornelia Haekase (54)dalam menyampaikan pengaduan ke DPRD TTU didampingi 18 orang, yakni saudara kandungnya dan utusan keluarga dari Desa Noeltoko, Haulasi, Nian, Bijaepasu dan Tuabatan, diterima Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Naif, Ketua komisi , Karlos B. Sonbay, Sekretaris Komisi 1, Servianus Sandy Sally, anggota komisi 1, Yoseph Nube, Donatus D. G Nurak.

Seperti diketahui, sebelumnya Cornelia C. B Haekase (54) diberitakan, dicekik oleh Yosef Muki di ruang tamu rumah pribadi Bupati Raimundus pada Sabtu (14/11/2020) malam, saat bertandang untuk urusan damai dalam kasus dugaan penghinaan terhadap istri Raimundus oleh korban penganiayaan di media sosial.

Baca juga : http: Penganiayaan Terhadap Cornelia di Rumah Pribadi Bupati TTU, Penyidik Periksa Robertus Haekase dan Alexander Toan 

Sedangkan terduga pelaku, Yosef Muki, S.Pt, M.Si, adalah seorang pejabat di Pemkab TTU. Ia menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kabupaten TTU. Ia juga ipar dari Bupati TTU, Raimundus Sau Fernandes, dan adik kandung dari Kristiana Muki, S. Pd, M.M. Dan Kristiana Muki dikenal sebagai Calon Bupati TTU dari Partai Nasdem.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Kepolisian Resor TTU dan proses hukumnya sementara berjalan. Sementara saksi korban sudah diperiksa, menyusul dua saksi lainnya, yakni saudara kandung korban, Robertus Haekase dan Alexander Toan.

Keterangan foto : Korban dan keluarga diterima Wakil Ketua dan Anggota Komisi I DPRD TTU Senin (23/11/2020).