Diduga Pemilihan BPD Desa Manikin Sarat Kepentingan, Tokoh Masyarakat Tuntut Kades Ganti Panitia

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Manikin Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)menolak tiga orang panitia seleksi penerimaan Bakal calon kepengurusan BPD desa setempat.

Penolakan yang disampaikan perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda lantaran Kepala Desa, Yohanes Ninu tetap pertahankan tiga pengurus BPD lama yang dinilai masyarakat telah lalai dalam pelaksanakan tahapan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa Manikin.

Perwakilan tokoh masyarakat Desa Manikin, Yakobus Lake mengemukakan, Kades secara sepihak menetapkan tiga orang pengurus lama sebagai panitia pemilihan BPD. Padahal Kades tahu bahwa ketiga orang pengurus itu sudah lalai dalam menjalankan proses tahapannya.

“Peremajaan BPD Desa Manikin ada kendala. Kami ada sedikit protes ke panitia karena sesuai aturan memang benar panitia ditunjuk oleh Kepala Desa. Tapi kami melihat ada item – item yang tidak sesuai dengan Perda. Dalam perekrutan, panitianya hanya tiga orang. Sesuai panduan Perda sekurang – kurangnya enam orang yang terdiri dari beberapa unsur, diantaranya lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda. Dalam penunjukkan langsung oleh Kades, ada tiga orang, yakni Ketua, Bendahara dan Sekretaris. Dalam struktur unsur – unsur pembentukan panitia kelihatannya tidak melalui Perda yang ada dan sangat tidak tepat sasaran. Yang kami lihat di situ, ada Ketua merangkap anggota, wakil ketua merangkap anggota, bendahara merangkap anggota dan Sekretaris merangkap anggota. Itu penunjukkan langsung dari Kepala Desa. Setelah itu infonya ada sosialisasi yang melibatkan masyarakat tapi kami tidak tahu, RT saja tidak tahu. Kemudian batasan pendftaran calon anggota BPD juga tidak diketahui masyarakat”, ungkap Yakobus Lake lebih lanjut.

Perwakilan tokoh masyarakat lainnya, Petrus Ninu juga menjelaskan, jadwal pendaftaran para bakal calon sangat amburadul.

“Jadwal pendaftarannya tanggal 11 November tapi yang mau pergi daftar tidak jadi karena tiga orang panitia pemilihan yang di pilih Kades tidak berada di tempat. Besoknya baru dibuka sementara pendaftaran sudah ditutup kemarin, itupun tidak diinformasikan ke masyarakat. Alasannya ada kesalahan teknis, mereka lupa infokan sehingga kami protes”, beber Petrus Ninu.

Pihak tokoh masyarakat menduga, ada setingan tertentu untuk meloloskan salah satu calon BPD orang terdekat Kades dan ada upaya menggagalkan bakal calon lainnya.

“Ini ada setingan tertentu, karena ada calon tertentu yang berkasnya belum lengkap dan sengaja dibuka kembali pendaftarannya pada tanggal 12 November. Itupun masyarakat tidak tahu, sehingga kami minta bubarkan panitia baru kemudian sosialisasi dan bentuk panitia baru. Panitia lama harus dibubarkan dan harus ada sosialisasi untuk pembentukan panitia pemilihan BPD yang baru”, tegas perwakilan tokoh masyarakat, Yakobus Lake kepada NTTOnlinenow.com , Sabtu(14/11/2020).

Protes keras juga datang dari Dominikus Sanit dan Marselinus Sanit . Mereka meminta agar pemilihan BPD harus berjalan sesuai aturan.



“Kami minta agar pemilihan BPD harus sesuai aturan dan norma hukum yang sudah ditetapkan agar menghasilkan anggota BPD yang berkompeten dan tidak berdampak ke penyelenggara atau Pemerintah Desa. Jangan ada setingan – setingan untuk meloloskan calon dari orang terdekat Kades. Intinya bubarkan panitia yang lama, jika ingin proses pemilihan pengurus BPD berjalan baik dan menghasilkan pengurus yang berkompeten”, tegas keduanya.

Sementara Kades Yohanes Ninu yang dikonfirmasi NTTOnlinenow.com, mengakui kekurangan panitia yang dipilihnya namun menurutnya sosialisasi pemilihan BPD sudah berjalan di setiap dusun. Ia juga mengayakan mandeknya peremajaan BPD lantaran masih menunggu kelengkapan administrasi bakal calon lainnya.

“Dalam Pasal 3 ayat 2 Kades bisa memilih langsung panitia BPD. Dalam perjalanan panitia sudah melakukan sosialisasi pemilihan BPD tiap dusun. Dusun I bakal calon ada tujuh orang, Dusun II enam orang dan dusun III tiga orang. Tapi dari 16 bakal calon yang mengurus berkas hanya sembilan orang, yakni enam orang laki – laki dan tiga orang perempuan. Yang lain sementara dalam proses pemberkasan. Dari panitia masih bisa perpanjang satu sampai dua hari hari lagi untuk menanti administrasi yang lainnya lengkap” jawab Kades Yohanes Ninu kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Kades Ninu juga mengatakan telah mengundang semua pihak di Kantor Desa untuk menyampaikan nama – nama bakal calon.

“kami undang semua pihak untuk memyampaikan bakal calon yang berkasnya sudah beres. Hanya hari kamis itu ada beberapa masyarakat yang komplain karena mereka tidak suka dengan Ketua Panitia. Ada hasutan ke beberapa orang tua karena masalah keluarga sehingga mereka terbawa ke urusan pemerintah. Tiga orang pengurus itu diminta ganti oleh masyarakat dan saya langsung konsultasi ke Camat tentang komplain masyarakat.

“Hasil konsultasi dengam Camat Noemuto Timur, karena saya sebagai Kepala Desa sudah memilih dan membentuk panitia bahkan sudah ada SK nya sehingga tidak bisa diganti. Saya terlanjur kasih SK jadi untuk ganti masih harus dipertimbangkan lagi. Dan saya juga masih harus konfirmasi lagi ke Dinas PMD. Yang sudah dikatakan masyarakat, peremajaan ulang panitia. Tapi saya juga ragu karena SK saya sudah kasih ke Panitia. Saya akui kekurangan kami, pada saat SK dikasih itu tidak disampaikan ke forum masyarakat. Sehingga saya masih perlu konfirmasi lagi dengan dinas PMD”, jelas Kades Yohanes Ninu.

Sesuai jadwal kegiatan pemilihan pengurus BPD, kegiatan sosialisasi dan penjaringan nama – nama bakal calon BPD berlangsung tanggal 5 – 7 November. Diikuti dengan kegiatan pendaftaran tanggal 11 November, seleksi administrasi tanggal 12 November, pergantian bakal calon BPD yang tidak memenuhi persyaratan administrasi, berlanjut pemilihan calon anggota BPD Desa Manikin tanggal 20 November dan pengresmian anggota BPD tanggal 29 November.

Keterangan foto : Perwakilan tokoh masyarakat desa Manikin menuntut pergantian Panitia Pemilihan BPD.