Cornelia Haekase Dianiaya Dalam Rumah Bupati TTU, Pelaku Penganiayaan Kabag Organisasi Yoseph Muki, Dipolisikan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kabag Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yoseph Muki dipolisikan Cornelia C. B Haekase (54), Minggu (15/11/2020).

Terlapor Yoseph Muki diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Cornelia Haekase di dalam rumah pribadi Bupati TTU, Raimundus Sau Fernades, S.Pt disaksikan puluhan tim sukses Paket SEHATI, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati TTU, Kristiana Muki – Yoseph Tanu.

Kepada NTTOnlinenow.com, Beberapa anggota keluarga yang menjadi saksi dalam kasus tersebut mengisahkan, penganiayaan oleh Yoseph Muki dilakukan dengan cara mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya.

“Kakak saya dicekik secara membabi buta oleh pak Yoseph Muki. Dia nyaris salah sasaran, saat hendak mencekik. Ketika masuk ke dalam ruang tamu di rumah pak Rai, pak Yoseph langsung bertanya, Kamu yang Cornelia Haekase? Dia masuk dengan sekelompok orang yang dikenal sebagai tim sukses paket SEHATI. Ketika dia tahu bukan saya, dia langsung menuju Cornelia kakak saya dan mencekik leher kakak saya sekuat mungkin. Saya shock sampai berteriak dan menyembunyikan muka di belakang suami saya. Saya tidak sanggup melihat kondisi kakak saya yang dicekik tanpa kesiapan dan tanpa perlawanan. Suaranya sampai hilang, saat teriak minta tolong. Tuhan Yesus tolong saya…namun cekikan Yoseph Muki makin kuat hingga tidak terdengar suara korban dan lidah korban sampai menjulur keluar”, kisah Hironima Haekase adik Cornelia yang ikut mendampingi korban mendatangi kediaman Bupati Raimundus Sabtu (14/11/2020) malam.

Hironima dalam kondisi trauma menceritakan, sebelum Cornelia dicekik, Bupati Raimundus juga sempat mengeluarkan kata – kata bernada ancaman terhadap kakaknya.

“Untung kau perempuan, kalau kau laki – laki, sudah saya bunuh kau”, ungkap Hironima menirukan ancaman Bupati Raimundus.

Sambungnya, saat itu mereka beberapa bersaudara yang mendampingi korban di kediaman Bupati Raimundus tidak bisa bicara apa – apa, pasrah dan diam mendengar sindiran dan cemoohan, olok – olokkan puluhan tim sukses yang berada di dalam ruang tamu dan yang menunggu di teras depan rumah. “Kami tidak bisa menjelaskan apa – apa, baru mau menjelaskan duduk permasalahan yang rencananya akan diurus damai secara kekeluargaan tapi diserang dengan teriakan dari para tim sukses. Kami pikir kami sudah salah, sudah ke sana minta maaf ternyata kami datang ke sana hanya untuk dapat penghinaan dan kekerasan fisik dari pihak pak Rai sebagai tuan rumah”, sambung Hironima.

Peristiwa naas yang menimpa Cornelia Haekase, berawal dari komentarnya pada postingan Gaspar Kolo dalam salah satu akun media sosial yakni Grup Facebook, Timor Tengah Utara Bebas Berbicara (TTU).

Di grup TTU Bebas Berbicara, yang diduga telah dihapus lantaran menuai masalah. Korban menjawab postingan salah satu member Grup, Gaspar Kolo terkait majunya Kristiana Muki dalam perhelatan politik Pilkada TTU dengan menggunakan bahasa Inggris. Balasan Cornelia dalam kolom komentar dinilai telah menghina dan memaki istri Raimundus, Kristiana Muki calon Bupati TTU.

Pasalnya ada terselip satu kata makian yang mirip dengan marga Muki di komentar kedua.

Dalam komentar pertama, korban Cornelia Haekase terang – terangan menyindir dan menyoroti buruknya kepemimpinan suami Kristiana Muki yang sangat tidak disukainya.

“GO away ..corupt people we don’t like you, I just say Bad mine, Bad leader of your Husband (emoji)”.

Sementara pada komentar kedua, ia menyoali alasan kepulangan Kristiana Muki dari Senayan.
Ia juga mempertanyakan Iman Kristiana Muki, apakah sebagai orang Kristen atau Atheis. Kepada siapa Kristiana percaya apakah Setan atau Tuhan?



“Why Christiana Muki or Pu…. do not continue the job in Senayan???? What happen of you mine?… Do you have any megggic to have a job in the Government. So Funnny…..(emoji). Are you Cristian or Atheist people. Are you Believe Setan (emoji) in you live Or Believe God?????”

Keterangan foto kolase : Bekas cekikan di leher korban, Cornelia C.B. Haekase.

Dua komentar Cornelia Haekase pun direspon langsung Raimundus Sau Fernandes, suami dari Kristiana Muki. Raimundus meminta yang bersangkutan dalam 1 x 24 jam untuk memuat permohonan maaf di Grup media sosial yang sama.

“Kakak saya sudah memuat permohonan maaf sesuai permintaan pak Rai. Tapi kenyataan pak Rai sendiri tidak konsisten dengan ucapannya. Kakak Cornelia dilaporkan ke Polres TTU setelah permohonan maaf diposting pada grup facebook, Timor Tengah Utara Bebas Berbicara. Setelah itu ada upaya dari pihak keluarga untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan dan meminta kakak Cornelia bertemu langsung di kediaman bupati Rai. Hal serupa juga diminta Raimundus lewat WhatsApp ke pihak lain.

“Mereka minta kami ke rumah setelah debat publik kedua kemarin. Kami diantaranya, Robertus Haekase, saya sendiri, Hironima Haekase didampingi suami saya Cornelis Banase, dan orang tua dari kampung Alexander Toan bersama Anis Nggadas menuju ke rumah Bupati Raimundus di KM 5 jurusan Atambua. Di sana kami bertemu pak Rai dan ibu. Ada banyak timses di luar, sebagian di dalam ruang tamu. Kami sempat bicara dengan ibu Kristiana beberapa saat. Namun karena ada jadwal kampanye dititik tertentu kamipun akhirnya melanjutkan urusannya hanya dengan pak Rai. Pak Rai pun mendesak agar kami harus menyebutkan siapa yang berada di belakang kakak saya yang berani berkomentar di medsos seperti itu. Apakah Yosefat Haekase? Dia terus mendesak pertanyaan itu. Padahal kakak Yosefat tidak tahu apa-apa. Disitulah emosi Rai memuncak sampai mengeluarkan kata – kata bernada ancaman.

Sesaat setelah Rai mengeluarkan ancaman itu, dia keluar sebentar dari ruangan dan menjawab panggilan telpon yang masuk ke handphonenya. Sementara Kristiana sudah mememuhi jadwal kampanye di titik tertentu dalam kota Kefamenanu.
Tiba – tiba masuklah Yoseph Muki, saudara dari Kristiana Muki bersama beberapa tim sukses SEHATI dan langsung mencekik kakak saya di depan kami semua.

Kakak berteriak meminta tolong hingga suaranya hilang namun tidak digubris oleh Yoseph Muki. Saya trauma sekali mengingat suasana dalam ruang tamu malam itu. Kamipun memutuskan untuk pulang. Kesepakatan damai secara kekeluargaanpun tidak terlaksana. Bawaan kami seperti kain adat, sirih pinang sebagai ungkapan permohonan maaf batal kami kasih. Kemungkinan ada kekuatiran dari pak Rai kasus itu dipolisikan malam itu juga sehingga pak Rai sendiri menawarkan untuk mengantar kami pulang dan dia masih sempat berpesan agar kami semua tidak keluar rumah sambil menunggu pertemuan berikut untuk mengurus masalah tersebut. Saat pulang, pak Rai mengendarai 1 mobil dan kami mengikutinya dari belakang dengan menggunakan mobil lain. Setelah yakin kami semua sudah berada di dalam rumah, pak Rai pun langsung pulang. Saat itu kami semua pulang ke rumah saudara laki – laki, Robert Haekase. Di sana, kamipun akhirnya menyatakan untuk menempuh jalur hukum”, beber Hironima didampingi saudara laki – lakinya Yosefat Haekase.

Dan pada Minggu (15/11/2020), Yoseph Muki resmi dipolisikan Cornelia Haekase. Laporan Penganiayaan korban diterima Brigpol Andreas Dekrasano. Laporan Polisi bernomor STPL / 369 / XI / 2020 / NTT / RES TTU langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi korban di bagian reskrim Polres TTU.

Korban juga telah diambil visum oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Kabag Organisasi Yoseph Muki belum berhasil dikonfirmasi.

Keterangan Foto : Korban Penganiayaan Cornelia C.B Haekase saat melaporkan Kabag Organisasi Setda TTU ke Polres TTU dan saat diambil visum di RSUD TTU.