WPA dan KDS Binaan Bethesda Yakkum Belu Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 15 orang Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) mengikuti pelatihan jurnalistik terkait dengan pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Belu.

Pembekalan jurnalistik bagi WPA dan KDS hajatan lembaga CD Bethesda Yakkum Cabang Belu menerapkan protokol Covid-19 berlangsung di Hotel Permata Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Sabtu (8/11/2020).

Materi pelatihan jurnalistik bagi WPA dan KDS dampingan Bethesda Yakkum dibawakan oleh Teni Jenahas wartawan media cetak harian Pos Kupang dan Yansen Bau media NTTOnlinenow.com di daerah perbatasan Belu.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta WPA dan KDS dari Kelurahan Tulamalae, Umanen dan Desa Fatuketi, Leosama, Silawan, Manleten, Tukuneno serta Bakustulama dibekali tentang dasar-dasar jurnalis. Seperti teknik praktis dasar penulisan, cara memulai menulis, cara membuat tulisan. Teknik praktis menulis berita di media cetak dan sosial. Teknik praktik menulis, cerita menarik dan opini/artikel di media cetak dan media sosial. Teknik praktis peliputan dan teknik wawacara serta praktek menulis cerita dan cerita menarik.

Koordinator CD Yakkum Bethesda wilayah Belu, Yosefat Ician dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, pelatihan pembekalan jurnalistik bagi WPA dan KDS sangat penting dalam pencegahan dan penanganan HIV.

Dikatakan, tantangan saat ini dan di masa datang yaitu cepatnya perkembangan teknologi yang tidak berbading lurus dengan kualitas konten yang mengisi dan dimuat di teknologi cyber. Beragam pilihan untuk mengupload atau mengunggah begitu banyak, sedangkan banyak hal yang diupload hanya ‘sekedar’ candaan dan sapaan, bahkan hoax dan perundungan.

“Hal ini tidaklah membawa dampak positif bagi kemajuan teknologi dan informasi. Oleh sebab itu, sangat penting membekali masyarakat luas agar memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk mempublikasikan hal yang positif, konstruktif, dan memajukan peradaban,” ujar dia.

Dijelaskan, UPKM/CD Bethesda Yakkum sebagai lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam isu kesehatan yang imparsial, independen, dan pembelajar, saat ini menjalankan program Pencegahan Terpadu Penularan HIV dan AIDS di Kabupaten Belu dan Kota Yogyakarta.

Penerima manfaat langsung dari program ini antara lain, masyarakat di level basis Kelurahan/Desa yang telah membentuk komunitas Warga Peduli AIDS (WPA), Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) sebuah komunitas yang mendampingi, memotivasi dan melakukan gerakan anti stigma dan diskriminasi untuk ODHA (orang dengan HIV dan AIDS).

Dikatakan, banyak hal positif dan menarik telah dilakukan oleh WPA dan KDS. Apa yang telah diupayakan dan terus dilakukan oleh dua komunitas ini amat layak untuk dibagikan ke berbagai kelompok lain sebagai pembelajaran.



Melalui berbagi pengetahuan ini, diharapkan agar desiminasi bisa meluas ke berbagai pihak, baik kelompok atau individu agar muncul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tentang HIV dan AIDS. Media knowledge management yang dipilih dan dinilai tepat untuk menyebarkan informasi dan pembelajaran dari WPA dan KDS ini yaitu produk jurnalistik cetak.

Lanjut Yosefat, guna menghadirkan produk jurnalistik cetak tersebut, UPKM/CD Bethesda Yakkum akan memberikan pembekalan dalam bentuk pelatihan jurnalistik praktis yang diperuntukan bagi jurnalis pemula/amatir.

“Melalui pelatihan jurnalistik praktis untuk pemula ini, diharapkan peserta bisa menulis berdasarkan kaidah dasar jurnalistik dan mampu mengelola produk media tulis dalam bentuk cetak sederhana yakni news letter,” pinta dia.

Tujuan kegiatan pelatihan, peserta memahami teknik praktis memulai dan membuat tulisan. Peserta memahami teknik praktis menulis berita, cerita menarik, opini dan artikel di media cetak dan media sosial. Peserta memahami teknik praktis peliputan dan teknik wawacara dan peserta mempraktekan peliputan, warancara dan penulisan.

“Target dari pelatihan ini, peserta mampu dan terampil menulis berita di media cetak maupun di media sosial. Peserta mampu dan terampil menulis cerita menarik di media cetak maupun di media sosial dan peserta mampu merancang media cetak News Letter yang dikelola bersama,” kata Yosefat.

Diketahui, pelatihan jurnalistik untuk WPA dan KDS Kabupaten Belu dilaksanakan selama 3 hari yakni, Sabtu (7/11) hingga Minggu (8/11) di Permata Hotel dan tanggal 11 November 2020 di Hotel Nusantara 2 Atambua.