PLN Lakukan Penghijauan untuk dorong EBT di hari Listrik Nasional

Bagikan Artikel ini

Tanam 2200 anakan pohon di dua Desa Kabupaten Kupang
Kupang, NTTOnlinenow.com – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam program PLN Peduli gelar aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian PLN dalam hal Lingkungan dan medorong energi baru terbarukan. PLN lakukan penghijauan dalam dua kesempatan yaitu pada Jumat, 23 Oktober 2020 di Desa Nitneo bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT pada Selasa, 27 Oktober bersama Gubernur NTT dan Universitas Nusa Cendana di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah dalam momen hari listrik Nasional ke-75.

Gubernur Provinsi NTT Victor Bungtilu Laiskodat, mengajak PLN untuk melupakan fosil dan berpikir menuju EBT. Saya sebagai Gubernur NTT memberikan apresiasi kepada Undana dan PLN dalam mengembangkan EBT yang menjadi energi masa depan. Presiden RI telah mencanangkan EBT 24 persen pada tahun 2024. Saat ini bauran EBT secara nasional baru 10-12 persen. Terima kasih kepada PLN dan Undana yang telah bekerjasama untuk mengembangkan EBT biomasa. Sekarang lupakan energi fosil karena akan menjadi langka. Oleh karena itu pengembangan EBT menjadi mutlak dalam menyikapi kebutuhan energi. Pungkas Gubernur

Tambah Gubernur, “NTT akan menjadi EBT terbesar di dunia. energi matahari terbesar ada di Sumba selain Timor dan Sabu. Di seluruh NTT angin juga merupakan salah satu potensi EBT. Saat ini sudah bergeser paradigmanya dimana siapa memegang EBT memegang dunia. Potensi EBT NTT selain biomasa juga tersedia energi angin dan matahari.
Pada kesempatan ini, saya mengucapkan Selamat Hari Listrik Nasional ke 75, terus semangat menerangi nusantara, ucap Gubernur

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Prof.Ir. Fredrik L. Benu, M.si Ph.D menyampaikan selamat Hari Listrik Nasional ke 75 bagi PLN. Satu kehormatan bagi kami Gubernur hadir bersama kami, dalam acara pelaksanaan penghijauan. Acara ini, bukan hanya sekedar penanaman pohon tetapi merupakan bagian dari upaya pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan). Kami menanam 2.000 anakan lamtoro dan kaliandra yang akan diolah menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik. ini suatu teroboson PLN bekerja sama dengan Undana dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan. Semoga kegiatan ini akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Tuturnya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Penanaman 200 anakan Trembesi, Tabebuya, Sakura Sumba dan Flamboyan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT untuk menambah ruang terbuka hijau. Selain itu juga dilakukan Penanaman 2000 anakan Lamtoro dan Kaliandra untuk mendukung EBT dalam program co-firing PLTU Bolok bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana.



“PLN hadir di tengah-tengah masyarakat NTT dan kami berharap dapat memberikan kontribusi positif. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki EBT yang luar biasa. di Flores tersedia Energi panas bumi di Ulumbu dan Matalako yang akan dikembangkan untuk menambah EBT di Flores. Sedangkan di Sumba terdapat potensi energi matahari yang sangat bagus bahkan seluruh wilayah NTT. Di daerah lain PLTS hanya beroperasi hari 4-5 jam, tetapi di NTT PLTS bisa dimanfaatkan 8-9 jam”. ungkap Jatmiko.

Sementara itu, Plt Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Yandri Lasi menyampaikan bangga karena telah didukung PLN untuk menjadikan jalur 40 menjadi ruang terbuka hijau. Semoga pohon-pohon yang ditanam tumbuh menjadi pohon besar, bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi penghijauan seperti aktivitas lari pagi di sana.

Salah satu tokoh masyarakat, ketua Desa Nitneo, Nahor Kase mengungkapkan semua ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dukungan dari PLN ini menjadi motivator bagi kami, menjadikan wilayah kami bisa hijau dan harapannya bisa menjadi desa wisata. Kami atas nama warga Desa Nitneo RT 06 akan menjaga dan merawat sampai hidup. Komitnya

Dalam penanaman pohon itu terlihat hadir, Gubernur Provinsi NTT, PLT Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Wakil Bupati Kupang, Rektor Undana, Media Massa, Camat Kupang Tengah, tokoh masyarakat desa Mata Air, desa Nitneo, dan GM PLN UIW NTT berserta jajaran manajemen.