Kurangi Kebocoran dan Tingkatkan Pajak Daerah, Pemkab Belu Launching Inovasi MPOS

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Pendapatan Daerah Belu kerjasama dengan Bank NTT Cabang Atambua launching Online Pajak Restoran dan Pajak Hotel Menggunakan Mobile Point Of Sale (MPOS).

Launching MPOS oleh Pejabat Sementara Bupati Belu, Zakarias Moruk bertempat di gedung Betelalenok Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Selasa (14/10/2020).

Launching MPOS ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Pjs. Bupati Belu Zakaria Moruk dan Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua Frida Faturene disaksikan para Camat, Lurah serta pelaku usaha yang hadir.

Menurut Pjs. Zakaria bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu inovasi daerah yang dirancang Badan Pendapatan Daerah Belu untuk menjalankan program mendukung pemerintah dalam menaikan pajak daerah.

“Dengan inovasi MPOS ini bisa membantu pemerintah daerah dalam menaikan pajak daerah di jasa restoran, rumah makan dan hotel,” ungkap Moruk.

Diharapkan, dengan adanya inovasi ini kedepan kita bisa meminimalisir kebocoran-kebocoran yang terjadi akibat kemampuan dan sistim sehingga kita mengalami kebocoran-kebocoran.

“Sehingga dengan sistim online yang dibangun hari ini kita bisa mendapatkan satu kondisi yang baik dalam meningkatkan pendapatan daerah lewat pajak hotel, rumah makan restoran,” kata Moruk.

Lebih lanjut disampaikan terimakasih kepada pimpinan Bank NTT yang telah bersedia kerjasama dengan Pemkab dalam menyediakan MPOS dan ini hal yang luar biasa dalam tingkatkan pajak rumah makan, restoran dan hotel.

Sementara itu, Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua Frida Faturene menyampaikan terimakasih kepada Pemda Belu khususnya Bapenda yang sudah mempercayakan kami untuk melanjutkan kerjasama ini.

Kegiatan hari ini jelas dia, PKS tentang 9 pajak daerah berupa pajak restoran dan hotel. Dimana berdasarkan ini kami memberikan bantuan berupa alat MPOS yang dipergunakan para pelaku restoran dan hotel.

“Untuk menghitung pajak pendapatan sendiri untuk setiap bulan atau akhir, sehingga mereka tidak perlu lagi repot-repot menghitung lagi pajak pendapatan mereka, tapi sudah terdaftar di Bapenda dan Bank NTT. Sehingga mereka hanya kode biling dan selanjutnya membayar di Bank NTT yang terdekat,” terang Frida.



Kepala Bapenda Belu, Marsi Loe dalam laporan sebelumnya mengatakan, launching menggunakan mesin MPOS ini merekam tercetak di rumah makan dan hotel termuat dalam pajak daerah 10 persen yang langsung disetor lewat teler Bank NTT terbaca dan termonitor baik di kantor Bapenda dan Bank.

“Targetnya untuk meningkatkan capaian realisasi dan menghindari terjadinya pajak yang tidak terdata, dan langkah ini dilakukan sesuai dengan permintaan dan aksi KPK di wilayah propinsi NTT,” sebut dia.

Selain itu targetnya penerima pajak daerah dapat meningkat dan tercapainya target yang telah ditetapkan melalui MPOS diperlukan untuk menunjang aktifitas yang bersifat fisik maupun administrasi.

“Sasaran dari inovasi MPOS meminimalisir kebocoran PAD dengan memanfaatkan sumber daya baik tenaga, waktu, biaya menuju ke arah akuntabilitas dan organisasi pelayanan. Selain itu dapat memberikan kemudahan sendiri bagi para wajib pajak untuk bertransaksi,” kata Loe.

Dijelaskan, pelayanan mesin MPOS merupakan upaya pemerintah daerah dengan perbankan dan pelaku usaha untuk bersama meningkatkan Pendapatan Asli Daerah khususnya di sektor restoran dan hotel.

Lanjut Loe, sistem aplikasi dan mesin MPOS yang dibantu Bank NTT sangat membantu meringankan pelaku usaha dalam melakukan transaksi administrasi. Selain itu menekan dan meminimalisir tingkat kebocoran dengan penghitungan manual.

“Bisa saja kita lalai menghitung dengan cara manual. Tetapi menggunakan mesin MPOS tentunya sangat membantu memudahkan transaksi dan terekam secara baik. Diharapkan, pelayanan sistim online berdampak peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan terjaga dari kebocoran,” ungkap mantan Kadis P dan K Belu itu.

Rincian sasaran pemasangan mesin MPOS tersebar di restoran sebanyak 8 unit dan di Hotel sebanyak 2 unit diantaranya rumah makan beringin, pondok salero, cita rasa, pondok indah, jontor, batak karo, sumber baru, pak no, hotel matahari dan hotel king star. (YB/Advetorial-Dinas Kominfo Belu)