Ini Pesan Anggota Bawaslu RI Saat Tatap Muka Bersama Bawaslu se-Daratan Timor di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia Ratna Dewi Petalolo melakukan tatap muka bersama Bawaslu se-daratan Timor, Kamis (15/10/2020).

Kegiatan dikemas dalam Rapat Kerja Teknis Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 berlangsung di salah satu hotel, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Petalolo bersama tim didampingi Ketua Bawaslu Propinsi NTT, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU didampingi Ketua Bawaslu Belu serta Komisioner disambut adat Hasei Hawaka oleh tua adat Belu sebelum kegiatan dimulai.

Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Petalolo di awal sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Belu atas penyambutan yang luar biasa mulai dari bandara hingga di tempat kegiatan.

Dalam sambutan sekaligus membuka Raker, Ratna mengaku melakukan perjalan di masa pandemi Covid-19 ini banyak rasa khawatir seperti yang ia rasa saat di dalam pesawat. Akan tetapi, ketika tiba di Belu, hampir saja rasa khawatir itu tidak ada.

“Saya tersanjung dengan penyambutan dan ini satu kehormatan dimana penerimaan secara adat dan terbuka. Negeri ini sangat kaya dengan tradisi budaya, karena itu kita terus lestarikan dan jaga,” pinta dia.

Dia juga memberikan apresiasi dan salut kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu yang sangat disiplin menjaga kesehatan dan menerapkan protokol Covid-19 sehingga sampai saat ini Belu tetap zona hijau.

Terkait Pilkada ditekankan beberapa hal penting yang harus diantisipasi yakni soal kerawanan. Hal itu sangat penting dan petugas pengawas pemilu harus mengutamakan keselamatan diri saat menjalankan tugas.

Adapun kerawanan dimaksud seperti, paslon petahan, pelanggaran ASN, netralitas ASN. Selain itu kerawanan bantuan sosial menjadi program yang paling mungkin untuk digunakan dalam kegiatan sosialisasi untuk menarik simpati calon kepala daerah terutama bantuan Covid.

“Petugas pengawas Pemilu utamakan keselamatan dalam jalankan tugas karena tantangan besar ke depan ini soal netralitas dalam pelaksanan pemilu,” pinta Ratna.



Ditekankan, dalam menghadapi situasi Pilkada tetap kuat dan semangat dalam bekerja dengan baik sesuai regulasi. Tetap menjaga netralitas, profesionalisme dan integritas selama bertugas di lapangan. “Apresiasi kepada Panwascam. Tetap perhatikan keselamatan dalam menjalani tugas mengawasi,” ujar dia.

Tambah Ratna, kerawanan lainnya soal politik uang. Kemudian potensi kerawanan berikut soal partisipasi masyarakat untuk memilih dan partisipasi warga melapor saat ada temuan pelanggaran dalam Pilkada.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas pencegahan Bawaslu menerbitkan peraturan Bawaslu nomor 9 tahun 2020 tentang penanganan temuan dan laporan,” sebut Retno.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Belu Andre Parera menuturkan, pelanggaran terbanyak adalah dugaan keterlibatan ASN dalam politik. Terbukti, sebelum penetapan pasangan calon, Bawaslu telah memproses 14 pelanggaran terkait dengan keterlibatan ASN.

“Dari 14 pelanggaran ini, sembilannya adalah keterlibatan camat sedangkan selebihnya pejabat ASN lainnya serta kepala desa. Selain itu selama masa kampanye, Bawaslu baru memroses satu orang ASN yang terlibat dan dua kepala desa,” terang Parera.

Dijelaskan, peserta Pilkada Kabupaten Belu ada dua pasangan calon yakni, paket Sahabat dan Sehati. Karena hanya dua paket, polarisasi masyarakat pemilih juga sangat kuat sehingga berpotensi terjadi kerawanan.

“Karena kita di Belu hanya dua pasangan calon jadi titik kerawanan tinggi. Polarisasi masyarakat pemilih sangat kuat sehingga berpotensi terjadi kerawanan,” ucap Parera.

Kendati demikian, Bawaslu Belu sudah sangat siap melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam Pilkada Belu 2020 sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Pihaknya terus berupaya menekan pelanggaran dengan kedepankan mekanisme pencegahan. Bila mekanisme ini tidak diindahkan maka dilakukan penindakan.

Lanjut Parera, Bawaslu Belu bersama jajarannya merasa gembira dan bahagia atas kunjungan dari anggota Bawaslu RI di Kabupaten Belu. Moment ini memberikan semangat dan motivasi bagi Bawaslu dalam melanjutkan perjuangan pengwasan Pilkada Belu ke depannya.

“Kami sangat gembira, semoga kehadiran Ibu hari ini memberikan semangat dan penguatan kepada kami dalam melanjutkan perjuangan-perjuangan pengawasan kami ke depan,” ujar Parera.