Mendorong Ketahanan Pangan, Maind Potato Libatkan Petani Milenial

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Minahasa, NTTOnlinenow.com – Kawasan pertanian Modoinding yang berada di ketinggian 1100-1600 meter dari permukaan laut (dpl), merupakan daerah tertinggi di Sulawesi Utara dengan hawa sejuk dan segar.

Modoinding terletak di bagian paling selatan kabupaten Minahasa Selatan, dengan panorama yang indah di atas dataran tinggi yang dingin.

Di wilayah ini terdapat sebuah danau yang cukup besar yaitu danau Moat yang terletak di desa Sinisir. Danau Moat selain mempunyai air panas belerang juga merupakan sumber air utama bagi penyubur daerah Modoinding. Sehingga areal desa Sinisir menjadi daerah yang paling subur.

Selama ini Modoinding memang sudah terkenal dengan hasil kentangnya yang berukuran super serta sangat melimpah.

Tidak heran di pintu gerbang Modoinding tertulis ‘Welcome to Modoinding Potato’s Farm’ yang menegaskan hasil produksi kentang yang luar biasa dihasilkan para petaninya.

Tanaman kentang memang identik dengan dataran tinggi, di Modoinding kentang menjadi produksi utama sebagian petani.

Berada di dataran tinggi Modoinding memang menyenangkan, sejauh mata memandang tanaman kentang menghampar di seluruh badan perbukitan.

Adalah Maind Potato, sebuah perusahan agroindustri yang memiliki semangat dan pandangan kedepan bahwa pertanian mampu memberikan sumbangan nyata bagi kemajuan ekonomi di kebanyakan negara berkembang.

Menurut Direktur Utama Maind Potato George N Kuahaty, usaha pertanian yang berbasis di Modoinding ini telah melibatkan banyak anak muda, para petani milenial yang terjun di sektor pertanian.



“Keterlibatan petani milenial di lahan kentang Maind Potato ini berangkat dari hobi hingga mampu berproduksi sebagai upaya mendorong kedaulatan pangan,” ujar George yang juga aktif sebagai pengurus pusat HKTI.

Dalam pandangan George, para petani milenial merupakan ujung tombak regenerasi petani Indonesia.

“Mereka menjadi andalan menuju pertanian 4.0 yang maju, mandiri, dan modern. Maka, inovasi teknologi 4.0 di masa pandemi Covid-19 makin terasa sangat penting dilakukan,” kata George saat mengunjungi lahan Maind Potato pada akhir September 2020.

Lanjut George, semangat dan pandangan kedepan Maind Potato ini digerakan oleh sebuah pemikiran bahwa agroindustri hasil pertanian adalah pintu untuk sektor pertanian.

“Agroindustri melakukan transformasi bahan mentah dari pertanian termasuk transformasi produk subsisten menjadi produk akhir untuk konsumen. Artinya, suatu negara tidak dapat sepenuhnya menggunakan sumber daya agronomis tanpa pengembangan agroindustri,” tandasnya.

Sementara itu Dedi salah satu Direktur Maind Potato saat mengawal dan mendampingi petani milenial untuk mendukung ketahanan pangan wilayah Sulawesi Utara menyambut baik kunjungan Dewan Direksi PT. Modoinding Argo Industri di lahan Maind Potato.

Dia mengungkapkan bahwa petani milenial Indonesia sudah terjun langsung memanfaatkan teknologi dari hulu hingga hilir.

“Kunjungan ini bisa memberikan motivasi serta mencetuskan petani kentang milenial di kabupaten Minahasa Selatan, dan Modoinding khususnya,” ungkap Dedi.

Dalam kunjungan tersebut selain melakukan diskusi juga dilanjutkan meninjau tanaman kentang dan gudang penyediaan bibit kentang.