Frans Manafe Resmi Dilantik Sebagai Penjabat Sekda Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Frans Manafe resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekda Belu gantikan Marsel Mau Meta yang telah selesai masa tugas tiga bulan sebagai pejabat lama.

Pengambilan dan pelantikan sumpah mantan Kepala Bappeda Belu oleh Pejabat Sementara Bupati Belu, Zakaria Moruk di lantai I Kantor Bupati Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Senin (5/10/2020).

Hadir dalam pelantikan itu, Ketua DPRD Belu, Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu, Kajari Belu, Danki Kavaleri, Wadan Satgas Yonif RK 744/SYB, Pimpinan OPD Belu serta Imam Rohaniwan.

Pjs Bupati Belu Zakaria mengatakan, pelantikan Penjabat Sekda Belu hari ini merupakan satu tugas atau keputusan dari Gubernur NTT untuk jabatan Sekda yang kosong.

Jelas dia, tugas Penjabat Sekda ada tiga hal yakni, membantu kepala daerah untuk merumuskan kebijakan yang saat ini sedang pembahasan APBD perubahan maupun murni 2021.

Selain itu juga tugas pelayanan administrasi perkantoran dengan seluruh OPD, dan tugas paling penting adalah menyiapkan Sekda Defenitif.

“Itu tiga hal penting tugas Penjabat Sekda Belu. Karena Penjabat Sekda itu persetujuan Mendagri sejak tanggal 8 Juni 2020,” sebut Zakaria kepada awak media usai kegiatan.

Dengan demikian sudah bisa melakukan open bidding atau lelang jabatan untuk Sekda Defenitif. Untuk targetnya bisa satu bulan Sekda Defenitif sudah ada lelang jabatan.



“Anggaran tersedia, tim asesor juga ada. Kalau persetujuan open bidding sudah turun dan Menteri sudah keluarkan SK, satu bulan sudah bisa lantik Sekda Defenitif,” sebut Kepala Badan Keuangan NTT itu.

Lagi ditegaskan bahwa, tugas Penjabat Sekda Belu saat ini menyiapkan Sekda Defenitif.

Sementara itu Penjabat Sekda Belu Frans Manafe mengatakan, tugas kita salah satunya sesuai dengan undang-undang bahwa ASN harus netral dalam setiap pesta demokrasi, tidak boleh berpolitik praktis.

Oleh karena tegas Manafe, harus junjung tinggi, dan kita akan segera membuat edaran kepada seluruh ASN agar patuh terhadap aturan yang ada.

“Jadi ASN juga memiliki hak dipilih dan memilih, tapi dia tidak boleh berpolitik praktis. Itu yang perlu ditekankan,” tandas Manafe yang  sebelumnya menjabat Asisten III Setda Belu.

Diketahui, pengambilan sumpah dan pelantikan Penjabat Sekda Belu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTT nomor 816.2.1/ 187/ BKD.3.1. tertanggal 28 September 2020.