Diduga Mata – Mata Politik Kiriman Paket SEHATI Anggota Panwascam di TTU Ditangkap dan HP Disita

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Diduga orang suruhan dan bertindak sebagai mata – mata politik untuk salah satu pasangan calon Bupati – Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristiana Muki – Yoseph Tanu (Paket SEHATI), Raymundus Aluman, Panwascam Biboki Feotleu, merangkap guru honor di SMPN Ketapan, nyaris dihajar timses Paket Desa Sejahtera, pasangan Drs. Djuandi David -Eusabius Binsasi.

Raymundus Aluman tertangkap basah sementara merekam segala aktifitas paket Desa Sejahtera yang tengah berlangsung di kolam tua, Kaubele Selasa (22/09/2020).

Salah satu tim sukses dari Paket Desa Sejahtera mengkronologiskan bagaimana anggota Panwascam diciduk dan di sita HPnya oleh tim Paket Desa.

“Mereka menunjukkan gerak gerik yang mencurigakan sehingga kami mendekat dan bertanya. Salah satu diantara mereka yang tertangkap sementara merekam aktifitas paket Desa. Saya bertanya, merekam dalam rangka apa, tapi mereka menjawab untuk dokumentasi pribadi. Tidak ada yang mengaku siapa dan darimana mereka. Terlalu berbelit – belit memberi penjelasan, sehingga kami sita HP nya. Saat itu salah satu diantara mereka menjawab mereka dari Panwascam, kami minta kartu tanda pengenal atau surat tugas, lagi – lagi diantara mereka tak bisa menunjukkan”, jelas Jefry Oematan.

Ia mengatakan, salah satu lelaki mendekat ke tim paket Desa Sejahtera kemudian menutup kepala, mengenakan masker hanya mata yang kelihatan. Dia terciduk menyembunyikan HP di bagian perutnya di dalam jaket, saat diperiksa hp sementara dalam proses perekaman.

“HP Raymundus Aluman kami sita. Ternyata diam – diam dia merekam aktifitas paket Desa Sejahtera. Sudah kami hapus apa yang dia rekam. Karena alasannya tidak masuk akal, dia bilang untuk dokumentasi pribadi”, tandas Jefry lebih lanjut.



Jefry dan teman tim lainnya kemudian mengecek isi HP. Rekaman aktifitas Paket Desa oleh anggota Panwascam Raymundus Aluman ternyata diperintahkan ASN atas nama Guido Lin ( screen percakapan WAG).

Isi HP yang dicurigai pun terjawab. Terdapat beberapa WhatsApp Grup (WAG) yang di dalamnya tergabung para Kepala Desa, guru kontrak, ASN, timses Paket Sehati yang adminnya adalah Raymumdus Aluman sendiri.

“Ada banyak WAG mereka, diduga di seluruh kecamatan dalam kabupaten TTU dibentuk grup yang sama, komando berjenjang untuk bekerja memenangkan Paket Sehati, pasangan Kristina Muki (istri bupati TTU) – Yoseph Tanu”, tandas timses Paket Desa lainnya.

Anggota Grup Biboki Moenleu 4 SEHATI, terdiri dari timses paket SEHATI dan seluruh perangkat desa. Diantaranya Dolvianus Kolo, Brando Sonbiko, Retno Sila, Bernad Budi Bani, Guido Lin, Kades Oepuah Selatan, Lidia Suluh, Kades Matabesi, Parman Uskenat, Frederikus Parera sekarang staf di Puskesmas Kaubele (admin grup), Niko Taek, Januarius Humoen, Minggus Moensaku, Kaur atas nama Maxi, Kaur Lius di Unina, Lexy, Kanis dan Okto Tulasi di Oeusapi, Lukas Usboko dan belasan ASN lainnya di kecamaan Biboki Moenleu.

Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo saat dikonfirmasi NTTOnlinenow.com membenarkan Raymundus Aluman merupakan Panwascam di Kecamatan Biboki Moenleu dan sudah dimintai penjelasan terkait kronologis kejadian.

“Kemarin kami sudah panggil Raymundus Aluman untuk dimintai penjelasan terkait kronologis kejadian. HP nya masih ada di Tim Paket Desa. Kami sedang Koordinasi dengan Tim Desa tapi belum ada balasan. Informasi yang disampaikan oleh Pak Raymundus Aluman katanya Tim Paket Desa meragukan netralitasnya. Padahal saat itu dia menjalankan tugas bersama – sama dengan 2 anggota Panwascam dan 1 PKD. Sehingga jika mereka meragukan netralitasnya, silahkan laporkan ke Bawaslu untuk kami proses. Namun sampai sekarang belum ada laporan,” jelas Tiko sapaan akrab ketua Bawaslu TTU kepada NTTOnlinenow.com Kamis (24/09/2020).

Menurut Tiko, Panwascam yang bersangkutan juga bisa melakukan upaya Hukum karena menghalangi penyelenggara pemilihan dalam menjalankan tugas dan wewenang. Sementara keterlibatan anggota Panwascam dalam grup juga belum diketahui sejauh mana keaktifannya.

“Itu yang nanti perlu kami telusuri. Apakah yang bersangkutan selama ini aktif dalam grup itu atau pasif. Karena bisa saja admin menambahkannya. Soal keberpihakan tidak bisa disimpulkan hanya karena tergabung dalam grup. Tapi bukti bisa dilihat dalam komentarnya dia di dalam WAG tersebut. Kami belum bisa simpulkan karena kami belum melihat isi dalam WAG tersebut.

Silahkan dilihat dalam grup WA tersebut apakah ada keberpihakan dia atau tidak. Jika ada kita siap utk proses”, jawab Tiko saat ditanyai soal keterlibatan anggotanya dalam WAG.

Untuk kegiatan para paslon di lapangan, Tiko mengatakan, meskipun kegiatan sifatnya sosialisasi namun tetap diawasi terutama soal Netralitas ASN.

“Informasi yang kami peroleh katanya ada oknum guru PNS yang tinggal di Sasi namun hadir juga saat acara kemarin. Ini yang kami perlu lakukan pencegahan jika ada ASN yang hadir. Namun informasi tersebut tidak sempat dilakukan pencegahan krn situasinya sudah gaduh ketika HP dirampas. Perlu kami tegaskan bahwa apapun kegiatannya harus diawasi. Intinya bahwa tidak membawa Surat Tugaspun tidak masalah karena sudah melekat sesuai perintah undang-undang”, tandas Tiko.

Aktifitas mengumpulkan massa di tengah pandemi Covid – 19, diduga untuk kepentingan politik paslon tertentu juga terjadi belum lama ini namun tidak tuntas diawasi pihak Bawaslu TTU lantaran diduga pihak Bawaslu mendapat tekanan sehingga tidak leluasa menjalankan tugas dan wewenang lantaran dihalangi sejumlah pemuda.

Minggu (20/09/2020) malam, berlangsung pertemuan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di rumah Ketua RT 01, Teus Dasat, di Peboko Kelurahan Kefa Utara.

Bupati Raymundus melakukan kunjungan kerja pada jam malam dihadiri Camat Bikomi Tengah, Matheus Bota dan istri, Teus Dasat (Ketua RT 01) dan istrinya, Tri Kapitan berstatus ASN di Pustu Fatusene, Kanis Teme, Bene Eko, Alau dan sejumlah orang tua tenaga kontrak. Camat Bikomi Tengah sempat menghindari tempat pertemuan saat terlihat warga sekitar. Namun kembali bergabung bersama istrinya ketika Bupati Raymundus hadir sekitar pkl. 20.40 wita.

Sayangnya, pihak Bawaslu tidak sempat masuk memantau lantaran sempat diinterogasi sejumlah pemuda di depan jalan masuk tempat pertemuan dan situasi memanas sehingga seluruh anggota Bawaslu menyebar dan mundur perlahan.

Beberapa pemuda yang tergabung dalam tim paket Desa yang beralamat di sekitar lokasi pertemuanpun ikut diinterogasi sejumlah pengikut Bupati Raymundus.

“Ada kontraktor Maxi Hitu, ada juga Selus Doki dan yang lainnya keluar dari tempat pertemuan menuju hutan jati belakang SD Peboko, menginterogasi timses Paket Desa dan warga sekitar yang kebetulan berada di sana”, kata salah satu timses Paket Desa.

Pertemuan malam hari antara bupati Raymundus bersama Camat Bikomi Tengah, para ASN dan warga sekitar, terpantau tanpa menghadirkan paslon Kristina Muki – Yoseph Tanu. Namun menjanjikan perbaikan infrastruktur dan pembangunan. Sayangnya, Bupati Raymundus pada malam itu tidak didampingi dinas terkait untuk membicarakan lebih jauh rencana pembangunan.

“Situasi politik di TTU lagi memanas, trus dia datang buat kunjungan kerja sampai tengah malam. Kalau mau perbaiki jalan, pembangunan, bawa orang dinas yang tahu persis teknisnya seperti apa. Kalau datang sendiri, umbar janji – janji ya patut dicurigai. Apalagi pakai preman berjaga – jaga di sekitar tempat pertemuan. Itu kontraktor semua ikut – ikut bupati dan bertindak mengiterogasi orang, mereka seperti Kadis Kimpraswil saja atau tunggu mau dapat jatah proyek”, protes beberapa pemuda.

Keterangan : Foto Kolase ASN, Panwascam, terlibat dalam Grup tertutup, ikut berpolitik praktis menangkan paket SEHATI, netralitas Bawaslu TTU dipertanyakan