Bawaslu Gelar Sosialisasi Kerja Sama Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pilkada Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu gelar sosialisasi kerja sama pengembangan pengawasan partisipatif pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu tahun 2020, Selasa (22/9/2020).

Sosialisasi berlangsung di Aula SMKK Atambua dihadiri Ketua Bawaslu Belu, Komisioner beserta Panwascam, Komisioner KPU Belu, perwakilan Polres Belu, Kodim 1605/Belu, Kejari Belu, Instansi Pemerintah, tim sukses Bapaslon serta Pimpinan Partai Politik di Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Ketua Bawaslu Belu Andre Parera menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini sosialisasi peraturan Bawaslu nomor 4 tahun 2020 tentang pengawasan penanganan pelanggaran serta penyelesaian sengketa dalam situasi Covid-19.

Didalam peraturan ini mengatur bagaimana bagaimana pengawasan terhadap seluruh tahapan Pilkada serta penanganan pelanggaran maupun penyelesaian sengketa dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Kesempatan ini kami juga sosialisasikan tentang mekanisme penanganan pelanggaran serta penyelesaian sengketa di Bawaslu. Ini menjadi penting kebetulan hadir tim dari bapaslon, partai pengusung, Polres dan Kejaksaan supaya warga tahu bagaimana cara melaporkan pelanggaran dan bagaimana ada potensi ketika di proses,” tambah Parera.

Terhadap semua tahapan itu, jelas dia bahwa sampai hari ini pihaknya masih mengacu pada PKPU no 10 tentang pelaksanaan tahapan protokol Covid-19 berkaitan dengan kampanye tatap muka itu pesertanya maksimal peserta 50 orang dan rapat umum maksimal 100 orang.



Lanjut Parera, ketika diterapkan maka tugas Bawaslu memastikan, bahwa tatap muka tidak boleh lebih dari 50 orang, dan rapat umum tidak boleh lebih dari 100 orang, dan ini tentunya Bawaslu tidak sendiri, kita berharap warga ikut mengawasi dan paling penting tim serta bapaslonnya menerapkan secara benar sesuai protokol kesehatan.

“Yang paling terpenting protokol kesehatan itu, cuci tangan, jaga jarak, pakai masker dan hindari keramaian. Ini point penting dari protokol kesehatan,” urai dia.

Parera juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga tahapan Pilkada. Selain itu diminta juga menjaga Bawaslu karena mengawasi Pilkada pihaknya saja tidak bisa tetapi membutuhkan dukungan semua unsur elemen serta warga masyarakat.

“Kami akan kerja sesuai regulasi yang ada, secara profesional, indpenden dan integritas,” tegas dia.

Tambah Parera, Pilkada Belu berpotensi pelanggaran cukup tinggi oleh karena itu dia mengajak sebanyak mungkin warga Belu untuk mengawasi sehingga penanganan lebih berkualitas sesuai mekanisme yang berlaku.