Meski Tanpa Izin Keramaian, Pagi Ini Bupati TTU Tetap Buka Pameran

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Menurut rencana, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 09.00 Wita pagi, Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, akan tetap memaksa membuka pameran pembangunan dan pasar rakyat di alun-alun Kantor Bupati. Padahal Polres TTU menolak menerbitkan izin keramaian.

“Kita akan lihat nanti, wibawa polisi di TTU apakah kalah oleh arogansi kekuasaan? Sejarah akan mencatat nanti apakah penegakan aturan hukum akan kalah oleh sikap keras kepala sang penguasa? Nanti kita lihat,” jelas Ketua Dekenat Kefamenanu, Romo Gerardus Salu, Pr,
Jumat (18/9/2020) malam di Mapolres TTU.

Jumat malam kemarin, Romo Deken bersama beberapa tokoh umat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh adat, menemui Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, S.IK.

Mereka mendesak agar polisi harus membubarkan kegiatan pameran dan menangkap panitia pelaksana karena menggelar kegiatan tanpa izin keramaian serta membuka potensi terjadinya clutser baru penyebaran Covid-19.

Menanggapi permintaan itu, Kapolres TTU tidak menjelaskan secara tegas, apakah polisi akan membubarkan kegiatan pameran dan pasar rakyat. la cuma menjelaskan akan menerjunkan 135 orang anggota untuk mengawal kegiatan pameran tersebut selama 24jam.

“Hanya akan ada satu pintu masuk. Polisi akan berjaga di pintu masuk. Yang tidak melaksanakan protokol kesehatan dilarang masuk. Anak-anak dan manula dilarang masuk,” jelas AKBP Nelson.

Menanggapi pernyataan ini, Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait, S.H, mengatakan jika polisi cuma sebatas ’mengawal’ kegiatan pameran dan tidak membubarkan aktivitas itu yang jelas-jelas tidak mengantongi surat izin keramaian, berarti wibawa polisi di TTU kalah oleh
arogansi kekuasaan.

“Pesta-pesta dibubarkan oleh polisi karena tanpa surat izin keramaian dan membuka peluang penyebaran Covid-19. Kenapa pameran tanpa izin keramaian, tidak dibubarkan polisi tetapi justru dikawal oleh polisi? Di mana keadilan penegakan hukum?,” jelas Manbait mempertanyakan.

Sebelumnya diberitakan, rencana menggelar Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat di alun-alun Kantor Bupati TTU, ditentang dan diprotes oleh berbagai kalangan di Kabupaten TTU.

Uskup Atambua, Mgr. DR. Dominikus Saku PR telah menegaskan gereja Katolik setempat menolak rencana Pemkab TTU itu karena berpotensi terciptanya cluster baru penyebaran Covid-19.

Begitu juga Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten TTU, para pastor, suster dan bruder se-dekenat TTU, serta PMKRI telah mengajukan protes keras namun ditanggapi dingin dan cuek oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.

Bupati TTU bahkan menerbitkan surat perintah kepada panitia untuk menyiapkan segala sesuatu dengan baik agar pameran dibuka Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 09.00 wita. Pameran akan berlangsung sampai 22 September 2020.

Keterangan Foto : Perwakilan Imam se Keuskupan Atambua mendatangi Polres TTU.