Didatangi Puluhan Pastor dan Suster, Yang Desak Batalkan Pameran Pembangunan, Bupati TTU Sakit Mendadak

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, dikabarkan ’sakit mendadak’ ketika didatangi puluhan pastor dan suster di Kantor Bupati TTU, Rabu (16/9/2020).

Kedatangan para pastor dan suster serta bruder seDekenat Kefamenanu tersebut bertujuan untuk menyampaikan surat pernyataan menolak rencana Bupati TTU membuka Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat di Alun-Alun Kantor Bupati TTU . Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT Kota Kefamamenanu Ke – 98.

Surat pernyataan mnolak itu intinya tidak setuju jika Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat dipaksakan untuk digelar dalam situasi pandemi Covid-19.

Sebelumnya Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Kapolres TTU dan Dandim TTU juga sudah mengirimkan surat protes dan teguran kepada Bupati TTU atas sikap membangkang Bupati TTU tersebut.

Namun teguran dan protes berbagai pihak tersebut ditanggapi dingin oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt. la bahkan menulis surat balasan bernomor: BPBD/360/126/Set/lX/2020 tertanggal 14 September 2020 yang intinya menegaskan sikap keras kepalanya untuk terus menggelar Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat di tengah situasi pandemi Covid-19.

Kabar tentang Bupati TTU sakit mendadak itu disampaikan stafnya kepada Ketua Dekenat Kefamenanu, Romo Gerardus Salu, PR, di Kantor Bupati TTU, Rabu siang.

“Bupati tukang penipu, Na’moe (bohong, Red). Kemarin sudah janji ketemu kami di Kantor Bupati. Dan ia terlihat sehat dan segar bugar. Kok, tiba-tiba sakit mendadak saat kami datang hendak bertemu,” komentar salah satu pastor setelah diinformasikan bahwa Bupati TTU sakit mendadak.



Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, juga enggan menemui rombongan pastor, suster dan bruder yang Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, juga enggan menemui rombongan pastor, suster dan bruder yang menunggu di lobby lantai 1 Kantor Bupati TTU, Rabu siang. Tilis dikabarkan sibuk memimpin rapat di lantai 2 Kantor Bupati TTU. Tiga staf Bupati TTU, Ferdi Lio, Raymundus Thall dan Mitro Kapitan mencoba menemui para pastorm suster dan bruder. Namun ditolak rombongan pastor.

“Kami akan menunggu sampai Pak Bupati TTU sembuh dari sakit mendadaknya. Kami tidak mau ditemui perwakilan pejabat,” komentar salah satu pastor disambut gelak tawa beberapa pastor lainnya.

Sebelumnya rombongan pastor, suster dan bruder bertemu Wakapolres TTU, menyampaikan dukungan moral kepada Polri di TTU agar tidak ragu dan takut membubarkan warga yang berkerumun saat pameran.

“Karena tidak ada izin keramaian, maka warga yang berkerumun saat pameran wajib dibubarkan. Polisi wajib menghentikan kegiatan pameran dan memeriksa panitia pelaksana karena itu tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana diatur dalam undang-undang dan peraturan lainnya,” tandas Romo Agus Seran.

Menurut Romo Agus, kegiatan pameran pembangunan bisa dikategorikan kegiatan liar karena tidak mengantongi izin keramaian dari kepolisian.

“Jadi polisi bisa hentikan kegiatan liar itu jika panitia pelaksana paksa untuk digelar. Polisi juga bisa membubarkan kerumunan warga dalam pameran karena memang tidak mengantongi izin resmi dari kepolisian,” tambah Romo Yan Seran dan Pater Jose.

Selain itu rombongan pastorjuga bertemu pimpinan DPRD TTU dan mendesak wakil rakyat untuk aktif dan tegas melakukan fungsi pengawasan terhadap kegiatan pameran dan pasar rakyat yang berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan rakyat TTU.