Dilarang Kapolres dan Dandim TTU, Ini Alasan Bupati Ray Pameran Tetap Dilaksanakan!

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Meski Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK dan Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi telah bersurat dan meminta agar kegiatan Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat jangan dilaksanakan karena bisa menciptakan clutser baru penyebaran virus Covid-19, namun Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, tidak menggubris larangan tersebut.

Pada pekan Ialu Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten TTU telah menegur langsung dan memperingatkan lewat sepucuk surat, Bupati TTU tidak bergeming sedikit pun.

“Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat tetap akan dibuka dan dilaksanakan dengan memperhatikan protap pencegahan terhadap penyebaran virus covid-19,” tulis Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, dalam surat balasannya yang ditujukan kepada Kapolres TTU dan Dandim TTU bernomor : BPBD/360/126/Set/lX/2020 tertanggal 14 September 2020.

Dalam surat setebal 2 halaman tersebut, Bupati TTU menyebutkan 4 alasan kenapa pihaknya tetap bersikeras membuka dan melaksanakan kegiatan Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat.

Pertama, pada prinsipnya Perayaan HUT Kota Kefamenanu telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2003.

Kedua, untuk memberi makna dan bobot ulang tahun terhadap perayaan HUT Kota Kefamenanu ini, Pemkab TTU menggelar Pameran Pembangunan sebagai wujud pertanggungjawaban Pemkab TTU kepada masyarakat sekaligus sebagai moment penyampaian data dan informasi penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kepada publik dan kepada pemangku kepentingan lainnya.

Ketiga, dalam era adaptasi kebiasaan baru, pemerintah tetap mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai aktifltas untuk memulihkan perekonomian yang sempat stagnan selama 4 bulan terakhir. Tentunya dengan memperhatikan dan melaksanakan himbauan dan larangan dari pemerintah terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 sebagaimana telah diatur dalam berbagai peraturan yang ditetapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.



Keempat, usulan FKUB Kabupaten TTU untuk tidak melibatkan anak-anak dan guru dalam berbagai lomba memperingati HUT Kota Kefamenanu akan dikabulkan dan semua perlombaan itu ditiadakan.

“Karena itu mohon dukungan dari Polres TTU dan Kodim 1618/TTU untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat dalam rangka memperingati HUT Kota Kefamenanu Ke 98,” tandas Bupati Raymundus Sau Fernandes.

Dalam suratnya, Bupati TTU tidak menyebutkan kapan pembukaan dan pelaksanaan Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat itu mulai digelar.

Sebelumnya, Jumat (11/9/2020), Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK dan Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi menegaskan pihaknya tidak setuju jika Pemkab TTU bersikeras menggelar pameran pembangunan, pasar rakyat dan pacuan kuda di
Kefamenanu.

“Tidak ada jaminan dan kami tidak akan bertanggungjawab. Lagi pula tidak ada izin keramaian,” tandas Kapolres TTU AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK via WhatsApp, ketika ditanyakan wartawan di Kefamenanu. Jumat (11/9/2020).

Menurutnya kegiatan yang mengumpulkan massa di era Pandemi Covid-19 sangat beresiko bagi keselamatan banyak orang serta membuka cluster baru. Karena itu pameran, pasar rakyat dan pacuan kuda harus dihentikan dan dibatalkan.

Sehari sebelumnya Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) telah mengirim surat protes dan teguran atas rencana kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepemerintahan yang digelar Pemkab TTU, seperti Pameran Pembangunan, Pasar Rakyat, Pacuan Kuda serta aneka lomba dan pertandingan olahraga antar instansi serta sekolah yang melibatkan para murid serta guru. Menurut FKUB Kabupaten TTU, hal itu bisa menciptakan cluster baru penyebaran Covid-19.