Menurun PAD Kota Kupang Dari IMB Dalam Kurun Waktu Tiga Tahun Terakhir

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, (PUPR) Kota Kupang, Hengki Ndapamerang mengatakan, pendapatan asli daerah, atau PAD lewat Ijin Mendirikan Bangunan, atau IMB dalam kurun tiga terakhir mengalami penurunan pendapatanya. Hal ini disebabkan tingkat pengurusan ijin IMB yang cenderung naik turun jumlahnya.

Hengki Ndapamerang mengatakan, pendapatan lewat IMB pada tahun 2017 lalu sebesar Rp. 4 miliar . Kemudian pada tahun 2018 pendapatan lewat IMB kembali mengalami penurunan sebesar Rp. 3 miliar , dan pada tahun 2019 lalu, pendapatan lewat IMB hanya sebesar Rp. 2 miliar dari target sebesar 7 miliar rupiah.

” Pendapatan pada tahun 2017 memang tinggi karena ada pembangunan besar yaitu Transmart pada saat itu” kata Hengki .



Dia menjelaskan, melihat tren ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang meminta pada sidang anggaran murni tahun 2020 ini agar target pendapatan daerah untuk IMB ditetapkan sebesar 4 miliar rupiah lebih. Namun target ini sepertinya sulit terealisasi mengingat pandemi covid 19.

” Adanya pandemi covid 19 membuat kami pesimis target bisa terealisasi,” kata Hrngki

Hengki Ndapamerang mengaku, sebenarnya pendapatan lewat IMB bisa didongkrak mengingat saat ini banyak developer yang membangun perumahan di Kota Kupang. Namun belum dirubahnya peraturan daerah daerah, atau perda tentang retribusi IMB untuk perumahan menjadi penyebabnya .

Ia mengaku, untuk perumahan dengan tipe 36 itu ada dengan luasan lahan dibawah 100 meter persegi retribusinya hanya sebesar 350 ribu rupiah. Perda penetapan retribusi IMB ini sudah berusia 22 tahun sehingga perlu direvisi. (NTT-YM)