150 Warga Di Belu Perbatasan RI-RDTL Dapat BSPS Tahap II

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 150 warga (Kepala Keluarga) di Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL tergolong penghasilan rendah mendapat bantuan rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahap II Tahun 2020.

Setiap KK berhak menerima bantuan rumah berupa uang senilai Rp 17,5 juta yang dicairkan dalam dua tahap. Program BSPS merupakan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Swadaya Wilayah Nusa Tenggara II.

Hal itu terkemuka dalam sosialisasi pembangunan rumah bantuan BSPS Tahap II Tahun 2020 dihadiri 150 warga dari tiga Kelurahan yakni, Berdoa, Tulamalae dan Umanen Kecamatan Atambua Barat bertempat di gedung Betelalenok yang dibuka Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta, Selasa (8/9).

Penjabat Sekda Belu, Marsel Mau Meta menyampaikan terima kasih untuk pemerintah pusat yang sudah memperhatikan masyarakat Belu melalui bantuan perumahan BSPS. Tujuannya agar membantu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Belu.

“Kita akan memperhatikan pelaksanaan program BSPS agar hasilnya tidak mengecewakan,” kata dia.

Mau Meta meminta masyarakat penerima BSPS agar memanfaatkan bantuan pemerintah. Pelaksanaannya berjalan lancar sesuai juknis dan selesai tepat waktu dan berguna bagi warga penerima bantuan.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Nusa Tenggara II, Yublina D. Bunga menuturkan, Kabupaten Belu mendapat 150 unit rumah BSPS tahap II tersebar di tiga Kelurahan, Kecamatan Atambua Barat.

Tiga Kelurahan dimaksud yakni, Kelurahan Tulamalae, Umanen, dan Bardao. Setiap penerima bantuan perumahan mendapatkan bantuan senilai Rp17,5 juta. “Ini bantuan tahap II, ada 150 unit untuk kabupaten Belu. Jadi walaupun pandemi Covid-19 pelaksanaan rumah BSPS tetap dikerjakan,” terang dia.

Jelas Bunga, untuk tahun 2020 jelas Bunga mendapat alokasi 850 unit yang tersebar di 19 desa/kelurahan di 9 kecamatan. Alokasi Program BSPS bersumber dari APBN. Perhatian pemerintah dalam program penyedian rumah BSPS untuk kabupaten Belu jumlahnya cukup banyak.

“Untuk NTT jumlahnya 4.400 unit. Kabupaten Belu mendapatkan bantuan paling banyak. Jumlahnya 850 unit yang tersebar di 19 Desa Kelurahan,” sebut dia.

Dia meminta pelaksana teknis dan fasilitator untuk memperhatikan pelaksanaan BSPS agar sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana yang berlaku. Seperti kriteria rumah layak huni dari aspek keselamatan bangunan atau konstruksi yang tepat, standar kesehatan, dan kecukupan ruang ukuran type 36.

Dia juga meminta penerima bantuan BSPS untuk memanfaatkan bantuan perumahan. Pengerjannya harus tuntas dalam tahun ini tentunya memperhatikn protokoler kesehatan wabah covid-19.

“Kita harap pelaksanaan kegiatan BSPS Tahap II Tahun 2020 berjalan lancar. Selesai tepat waktu dan pelaksanaanya harus sesuai juknis. Sebab progress yang baik tentu ada lagi lanjutan program BSPS ini,” pinta Bunga.

Tambah Kadis PUPR Belu, Vincent Laka, BSPS merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beserta prasarana, sarana dan utilitasnya.

Dijelaskan, beberapa kriteria penerima BSPS antara lain WNI yang sudah berkeluarga, memiliki tanah yang ditandai dengan bukti kepemilikan tanah yang sah, tinggal di rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni atau belum memiliki rumah.

Selain itu belum pernah mendapatkan BSPS atau bantuan sejenis, memiliki penghasilan maksimum sesuai upah minimum (UMR) dan bersedia melaksanakan dengan berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng untuk menyelesaikan pembangunan rumah.

Secara keseluruhan untuk Kabupaten Belu sendiri pada TA 2020 ini Kementerian PUPR Republik Indonesia telah memberikan 800 rumah dan akan ditambah lagi rumah khusus yang akan kita terima untuk 3 Desa yaitu Manleten, Tukuneno dan Tohe.

“Kita hari ini melakukan sosialisasi terhadap warga penerima BSPS untuk 150 orang di tiga Kelurahan yaitu Umanen, Berdao dan Tulamalae,” ungkap Laka.

Lanjut dia, para calon penerima bantuan BSPS ini sebelumnya telah dilakukan verifikasi dan validasi persyaratan yang sesuai aturan yang diminta oleh pihak Kementerian PUPR RI.

Bersamaan, Lurah Umanen Raymundus Mau, saat dikonfirmasi di sela sela kegiatan sosialisasi mengatakan pelaksanaan BSPS dikelurahannya tidak ada masalah. Untuk tahap I di kelurahannya mendapat 64 unit dan progres pengerjaanya sudah mencapai 80 persen.

“Ada yang sudah rampung. Ada yang sementara atap dan pelaksanaanya sesuai juknis, tentu akan selesai sesuai target. Untuk tahap II warga di kelurahan Umanen dapat 50 unit,” kata Raymundus. (YB/Advetorial-Dinas Kominfo Belu)