Pledoi Perkara Penghinaan Pejabat Gereja Katolik, Terdakwa Minta Dibebaskan dari Tuntutan Pidana

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlienow.com – Terdakwa Taneo Gregorius alias Goris meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Kefamenanu untuk membebaskan dirinya dari tuntutan pidana.

Permintaan tersebut disampaikan sendiri oleh terdakwa Taneo Gregorius dalam Pledoi sidang perkara penghinaan terhadap pejabat Gereja Katolik, Romo Ronatus Tefa, Pr yang di gelar Rabu (09/09/2020) di Pengadilan Negeri Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Terdakwa meminta dibebaskan dari tuntutan pidana dan menyebut dirinya tidak terbukti melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan JPU.

Ketua Pengadilan Negeri Kefamenanu, I Putu Suyoga yang dikonfirmasi melalui juru bicara Jefry Bimusu mengatakan, terdakwa Taneo Gregorius telah menguraikan hak – haknya sesuai ketentuan KUHAP.

“Sesuai agenda sidang hari ini adalah pledoi atau pembelaan oleh terdakwa.
Dalam pembelaan itu, sebagaimana ketentuan KUHAP terdakwa menguraikan hak – haknya di sana yang disebutkan dalam pledoinya bahwa pada intinya terdakwa tidak bersalah dan mohon dibebaskan dari segala tuntutan”, jelas Jefry Bimusu kepada NTTOnlinenow.com di ruang kerjanya.



Sebagaimana ketentuan KUHAP, menurut Jefri Bimusu masih ada kesempatan Penuntut Umum diberikan untuk mengajukan tanggapan atau pendapatnya pada sidang berikut. “Jadi setelah tanggapan dari Penuntut Umum barulah majelis hakin bermusyawarah untuk menjatuhkan putusan”, lanjut Jefry Bimusu.

Baca juga : Kasus Penghinaan Pejabat Gereja Katolik, Bantahan Terdakwa Taneo Gregorius Tidak Dapat Dibuktikan 

Dalam sidang sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Taneo Gregorius dengan hukuman enam bulan penjara lantaran berdasarkan keterangan saksi – saksi Taneo Gregorius telah melakukan penghinaan terhadap pejabat gereja Katolik.

Sesuai rencana, persidangan akan dilanjutkan pada Rabu 16 September mendatang.

Kasus penghinaan terhadap Romo Donayus Tefa, Pr bermula ketika Romo dan umat mengadakan kerja bakti di pelataran Taman Doa Gua Maria Bitauni. Terdakwa yang lewat melihat ada banyak orang di lokasi kerja bakti, kemudian masuk dan melarang umat lanjut bekerja. Terdakwa mengklaim, kegiatan pembersihan oleh Pastor Paroki dan umat Kiupukan itu berlangsung di atas tanah miliknya. Terdakwa juga terlihat beradu mulut dengan Romo Donatus Tefa, Pr di depan umat dan menghina gereja – gereja Katolik.

Taneo Gregorius kemudian dilaporkan umat, Isak Tikneon ke Kepolisian Sektor Kiupukan.

Keterangan Foto : Juru bicara Pengadilan Negeri Kefamenanu, Jefry Bimusu, SH.