BNN Gelar Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Belu Batas RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belu menggelar kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Belu, Kamis (10/9/202020).

Kegiatan dihadiri muda-mudi dari berbagai kalangan, relawan, awak media, instansi pemerintah dan swasta bertempat di di salah satu hotel Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL berlangsung selama dua hari hingga Jumat besok.

Plt BNNK Belu Gregorius Bau mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini kegiatan asistensi bagaimana program ini sudah sering dilakukan setiap tahun untuk merekrut orang-orang atau trman-teman yang terlibat secara aktif melakukan pekerjaan mulia.

“Menjadi seorang relawan itu butuh keikhlasan, kesabaran, kemampuan, profesionalisme dengan melakukan pekerjaan yang tidak dibiayai, tidak dibayar oleh negara,” ujar dia.

Lanjut Bau, ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Mengapa, karena menyelamatkan tadi, yang sebagian orang merasa tidak penting persoalan narkotika yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara.

Sehinggga kemudian kita memberikan pemahaman lebih luas lagi ke kelompok masyarakat, komunitas lain semua stakeholder yang ada di wilayah Belu. Sebagaimana yang digambarkan bahwa negara atau pemerintah saat ini sedang marak persoalan narkotika.

“Belu menjadi ancaman yang cukup serius. Kenapa, karena adanya beberapa kasus yang diungkap oleh BNN maupun Kepolisian, Bea Cukai. Ada juga tapal batas, kita berada di batas jarak tempuh darat itu 149,9 km dari PLBN Matamasin sampai ke Wini kemudian akses keluar masuk jalur tradisional.

Oleh karena itu jelas Bau, tugas dan tanggungjawab menangani narkotika di wilayah perbatasan Belu tidak saja menjadi tanggungjawab BNN. Tapi bagaimana kemudian melibatkan seluruh kelompok, stakeholder yang berada di wilayah Belu.



“Pesertanya dari berbagai latar belakang, ada pekerja seni ada instansi pemerintah dan swasta ada temen-temen media. Harapan kita bahwa, semua bisa punya eksennya di lapangan terkait dengan P4GN melekat dengan bidang tugas yang dilakukan,” ucap dia.

Ditambahkan, ukurannya suatu program ini berhasil atau tidak, selesai kegiatan pihaknya akan langsung turun ke lapangan untuk mengetahui sejauh mana dia melakukannya pekerjaan sebagai relawan, ada kriterianya berhasil atau tidak nanti diukur saat melakukan evaluasi.

“Ada empat hal yang harusbdia lakukan, katakan dia menjadi penyuluh harus sosialisasi sebar luaskan P4GN atau bahaya narkoba ke teman dan keluarga atau orang yang ada di sekitarnya.

Kemudian menjadi motivator harus mendorong orang lain untuk ikut serta mengkampanyekan bahaya narkoba ini sehingga pengetahuan bahaya narkoba ini semakin luas diketahui oleh seluruh warga.

Selain itu, perantara dia harus memfasilitasi, menghubungkan programnya terkait dengan tugas pokoknya. Selain itu menghubungkan dengan program lain sehingga adan sinergitas di relawan dan BNN selalu koordinasi dengan relawan dilapangan.

“Harapan kita relawan selalu bersinergi bersama dengan warga lain dalam memerangi narkoba,” pungkas Bau.

Adapun nama sumber Plt Kepala BNNK Belu, Gregorius Bau dengan materi relawan anti narkoba, Dominikus Seran (Penyuluh narkoba) dengan materi narkoba dan permasalah, serta Budi Hidayat (Plt Kasi Pemberantasan) dengan materi narkoba dalam perspektif hukum.