Pratu Guntur Ajarkan Siswa SMK 2 Belu Silawan Ilmu Otomotif

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB dari Pos Damar berbagi pengetahuan dengan memberikan ilmu Otomotif tentang mekanik atau perbengkelan bagi siswa SMK 2 Belu, Silawan, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat, Rabu (9/9/2020).

Kegiatan dilakukan beberapa anggota Satgas yang memiliki skill dalam bidang perbengkelan seperti dengan memperkenalkan bagian-bagian penting mesin kendaraan dan cara mengatasi bilamana terjadi kendala dan kerusakan khususnya pada mesin.

Menurut Dansatgas Yonif RK 744/SYB melalui Praka Guntur bahwa, tujuan kegiatan agar siswa SMK 2 memiliki keterampilan dibidang perbengkelan dan bisa membuka usaha bengkel baik masih sekolah maupun telah tamat sekolah.

“Alasannya adalah karena bengkel yang terdapat di wilayah ini belum bisa melayani service mesin kendaraan roda dua. Bengkel yang ada selain letaknya yang jauh juga rata-rata hanya melayani tambal ban, ganti oli, ganti ban dan tambah angin saja,” ujar Guntur dalam rilis yang diterima media.

Sebagian besar masyarakat Silawan untuk kegiatan sehari-hari lebih bertumpu pada kendaraan roda dua sebagai sarana transportasinya dikarenakan lebih efisien dan tepat dalam melintasi jalan yang umumnya masih tidak rata dan rusak.

“Sehingga dengan memiliki usaha bengkel motor merupakan salah satu peluang usaha yang tergolong tepat di Desa Silawan,” kata dia.



Sementara itu Markus salah satu Siswa SMK 2 Belu mengatakan, dirinya bersama teman-teman siswa lainnya sangat senang bisa mendapat pengetahuan dalam bidang perbengkelan.

“Saya bersama teman-teman akan terus melatih agar mendapat pengetahuan lebih banyak lagi,” ungkap dia.

Lanjut Markus, usaha bengkel di wilayahnya sangat strategis karena jauh dari kota Atambua. Selain itu banyak masyarakat yang memiliki sepeda motor. Selama ini banyak sepeda motor yang rusak dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya karena untuk membawa ke kota cukup jauh.

Tambah Markus, kondisi topografi dan jalan yang masih berbatu ke wilayah tersebut membuat kendaraan cepat rusak. Ketika di daerah tersebut sudah ada bengkel yang bisa mengerjakan mesin, maka warga bisa melakukan pemeliharaan kendaraannya secara rutin.