Lahan Tidur Dimanfaatkan Satgas Yonif RK 744 Jadi Lahan Produktif Bagi Warga Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif yang berguna dan bermanfaat bagi warga di wilayah Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Dansatgas Yonif Raider Khusus 744/SYB, Letkol Inf Alfat Denny Andrian dalam keterangan tertulisnya yang diterima media, Senin (7/9/2020).

Dijelaskan, hari ini ada dua lokasi berbeda dalam pelaksanaan pengolahan lahan yakni di kawasan binaan Pos Salore dan Pos Silawan dalam jajaran Kipur 1 Satgas Yonif Raidersus 744/SYB.

Lanjut Alfat, giat oleh 4 personel Pos Salore dipimpin oleh Letda Inf I Gede Putu bersama dengan warga mengolah lahan seluas 5,5 hektar milik desa Salore.

“Nantinya lahan ditanami jagung dan tumbuhan toga seperti jahe, laos, kunyit dan sebagainya,” terang dia.

Lanjut Alfat, lahan tersebut sengaja disiapkan oleh Kepala Desa, Christian Labu Susuk bagi kebutuhan warga desanya dalam rangka menopang perekonomian.

“Kegiatan yang kami lakukan ini sebagai langkah awal untuk contoh dan harapannya memberikan motivasi kepada warga dimana pegerjaanya akan dilakukan setiap hari,” ucap dia.



“Setiap warga yang berminat mengolah lahan desa ini di berikan kesempatan untuk mengolahnya secara bersama sama,” tambah Alfat.

Tujuan dari kegiatan pengolahan lahan itu mengolah lahan tidur milik desa menjadi lahan produktif yang nantinya dapat membantu perekonomian masyarakat sekitarnya. Hasilnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat itu dengan di konsumsi sendiri ataupun sebagian untuk dijual,” terang dia.

“Hasil yang baik tersebut pastinya lebih sehat dan lebih bersih serta dapat mengurangi ketergantungan pangan dari luar,” kata dia.

Sementara itu, di Pos Silawan dibawah pimpinan Danpos Letda Inf Felisianus Nainatu bersama 5 anggotanya dan warga desa Silawan melaksanakan hal setiap dengan memanfaatkan lahan kosong yang digarap.

“Lahan kosong digarap untuk budidaya tanaman pangan seperti buah, sayuran ataupun tanaman obat keluarga,” terang dia.

Menurut Felik, keberadaan kebun tersebut nantinya akan menjadi kebun percontohan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar cara bercocok tanam yang baik.