BI NTT Ajak Masyarakat Tukar UPK 75 RI

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Bank Indonesia Perwakilan NTT mengajak masyarakat NTT untuk menukarkan uang peringatan khusus (UPK) 75 RI dengan nilai Rp75.000. Hingga saat ini sebanyak 3.500 lembar UPK yang diterbitkan berkaitan dengan peringatan HUT ke-75 RI dengan nilai Rp75.000 telah ditukarkan masyarakat NTT, baik dalam bentuk kolektif maupun perorangan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, uang kertas pecahan Rp75.000 sudah diluncurkan Gubernur BI dan Menteri Keuangan pada 17 Agustus 2020. Karena uang ini dicetak untuk peringatan tertentu, jumlah yang dicetak pun sangat terbatas, yakn sebanyak 75 juta. Provinsi NTT dijatahkan sebanyak 90.000 lembar. Terhitung hingga saat ini, sudah 3.500 lembar yang ditukarkan.

“Kita masih membuka kesempatan kepada masyarakat, baik kolektif maupun individu untuk melakukan penukaran, apalagi hingga saat ini baru 3.500 lembar yang ditukar,” kata Nyoman kepada wartawan di kantornya, Senin (7/9/2020).

Ia menyatakan, walau dicetak dalam jumlah terbatas, tapi tetap dipakai sebagai alat pembayaran yang sah. Karena dicetak oleh negara dan diluncurkan pejabat berwewenang. Walau demikian sangat bergantung pada pemilik uang kertas dimaksud, apakah mau dipakai untuk alat pembayaran atau untuk kepentingan koleksi.

“Kehadiran uang kertas pecahan Rp75.000 ini tidak menambah uang yang selama ini telah beredar di masyarakat. Diyakini, uang ini dipakai untuk kepentingan koleksi, mengingat jumlah uang yang dicetak sangat terbatas,” terang Nyoman.

Ia menjelaskan, cara untuk mendapatkan uang kertas pecahan Rp75.000 harus didaftar melalui aplikasi. Setiap orang hanya diberi kesempatan menukarkan satu lembar uang kertas dimaksud. Karena itu, pendaftaran harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) yang ada pada kartu tanda penduduk (KTP). Jika ada yang ingin menukar dengan menggunakan NIK yang telah didaftar sebelumnya, secara otomatis sistem akan menolaknya.



“Penukaran hanya bisa dilakukan oleh BI. Untuk kepentingan penukaran itu, yang bersangkutan harus mendatangi Kantor BI Perwakilan NTT di Kupang,” papar Nyoman.

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu BI telah menyerahkan token up operation kepada beberapa pihak seperti gubernur, wakil gubernur, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, dan Ketua DPRD NTT. Mereka bisa melayani penukaran di lingkungan masing- masing sesuai permintaan yang masuk. Sedangkan penukaran secara individu, setelah mengisi aplikasi dan dinyatakan memenuhi syarat, langsung mendatangi Kantor BI untuk melakukan penukaran.

“Pelayanan penukaran di Kantor BI dijadwalkan setiap dua minggu dengan jumlah orang mau menukarkan uang sebanyak 300 orang,” kata Nyoman.

Ia menyatakan, mengingat jumlah yang ditukarkan masih sedikit, BI memberi pelayanan penukaran individu dalam bentuk kolektif. Artinya, pendaftaran menggunakan nama satu orang tapi telah menghimpun minimal 17 orang di dalamnya. Setelah memenuhi jumlah minimal itu, pihak BI mendatangi tempat yang telah ditentukan untuk melakukan penukaran. Hal yang sama juga bisa dipakai oleh pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, rukun tetangga dan rukun warga (RT dan RW).

“Kita juga layani permintaan lembaga keuangan seperti bank yang hendak memberi pelayanan penukaran kepada para nasabah. Sedangkan pengendalian tetap di tangan BI,” kata Nyoman.

Pada kesempatan itu ia menerangkan tentang tema dan latar belakang dicetaknya UPK 75 RI dengan nilai uang Rp75.000. Kehadiran UPK ini sebagai wujud syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan Indonesia selama 75 tahun sekaligus simbol kebangkitan dan optimisme dalam menghadapi tantangan melanjutkan pembangunan bangsa menyongsong masa depan Indonesia maju. Memperkokoh kedaulatan negara melalui rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI. Bentuk berbagi kebahagiaan kepada rakyat Indonesia dengan memiliki uang peringatan 75 tahun kemerdekaan RI sebagaimana setiap kelipatan 25 tahun peringatan HUT kemerdekaan RI. (NTT-Leo R)