Kadis PK NTT: Ingatkan, Sekolah Salah Satu Gerbang Masuknya Radikalisme

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis P&K), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, pada sambutan rapat koordinasi bersama seluruh para Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Luar Biasa (SLB), Ketua Yayasan dan Para Ketua Komite Sekolah Se-Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Aula SMK Sadar Wisata Ruteng, Jumat (4/9/2020).

Pada kesempatan itu, Linus Lusi, mengingatkan bahwa hasil kajian inteligen, sekolah merupakan salah pintu masuk dan berkembangnya radikalisme yang kian bertumbuh di Indonesia saat ini.

“Hasil kajian intelijen radikalisme-radikalisme muncul di persekolahan-persekolahan, baik sekolah Negeri, baik sekolah Katolik, sekolah Kristen, maupun sekolah Muslim dan ini harus dibasmi. Kuncinya memuliakan harkat dan martabat, mengideologikan guru menjadi nasionalis tulen,” tegasnya.

Pendidikan, lanjut Linus, ibarat, “Kapas Putih”. Apabila salah desainnya, maka, akan menjadi ancaman bagi disintegrasi bangsa.



“Maka Kita dengar, pencucian-pencucian otak. Dan ini tidak boleh terjadi di Manggarai,” tegasnya.

Karena itu, dirinya mengajak para pendidik dan sekolah-sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta, Katolik, Islam ataupun sekolah-sekolah lainnya, agar mendidik para siswanya dengan baik menjadi manusia yang nasionalis dan terhindar dari ideologi radikalis.

Sekolah-sekolah katolik naikan ciri khas Kekatolikan. Sekolah-sekolah muslim naikan ciri khas Kemusliman, supaya karakter siswa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Sekolah-sekolah katolik, didiklah siswa menjadi Katolik yang seratus persen. Tetapi, didiklah dia menjadi warga nasionalis seratus persen. Bagi sekolah-sekolah yang Muslim, didiklah dia menjadi Islam Nusantara. Jangan menjadi sebuah radikalisme didalam pembelajaran-pembelajaran,” tegas Linus Lusi.