Hasil Rekonstruksi Terungkap, Oknum Polisi Aniaya Siswa SMU Pakai Popor Pistol dan Kayu Pemikul Air

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dari 15 adegan rekonstruksi penyiksaan terhadap anak bawah umur, Eduardus Fouk, terungkap bahwa oknum polisi menganiaya menggunakan kayu pemikul air. Kayu pemikul air dihantamkan ke sekujur tubuh hingga korban mengalami luka-luka dan bengkak.

Fakta ini terungkap saat digelar rekonstruksi penganiayaan dan pengeroyokan beberapa oknum polisi terhadap Eduardus Fouk, siswa SMU yang masih berusia di bawah umur, Rabu (2/9/2020) siang. Rekonstruksi digelar di TKP, di sebuah pondok di sawah, tempat korban beristirahat malam.

Rekonstruksi dipimpin team penyidik Polda NTT, dibantu beberapa anggota Polres TTU dan anggota Polsek Biboki Utara. Hadir beberapa warga setempat dan keluarga korban untuk menyaksikan serta Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H.

“Ada adegan salah satu oknum polisi memukul Edurdus Fouk pakai kayu pemikul air. Ada adegan oknum polisi lainnya meninju mulut korban, sehingga korban terjatuh ke tanah. Dan beberapa adegan aksi penyiksaan lainnya, yang tidak pantas disebutkan di sini,” papar Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H.

Keterangan Foto : Korban dianiaya oknum polisi dengan menggunakan kayu pemikul air

Namun, lanjut Manbait, ada tiga adegan rekonstruksi yang sengaja dilewatkan atau tidak diperlihatkan. Padahal adegan itu ada dalam ceritera BAP korban.



“Saya tidak tahu kenapa team penyidik Polda NTT melewatkan tiga fakta adegan rekonstruksi tersebut. Padahal ada dalam BAP korban. Ini akan menjadi catatan untuk disampaikan kepada Komnas HAM termasuk Komnas Perlindungan Anak serta Bareskrim Polri di Jakarta,”jelas Viktor Manbait.

Tiga adegan penyiksaan sadis yang tidak dilakonkan atau dilewatkan team penyidik Polda NTT, yaitu pertama, saat korban berlutut dan ditodongkan pistol ke dalam mulutnya oleh oknum polisi. Kedua, saat korban sedang berlutut, oknum polisi menendang korban sehingga jatuh terguling. Ketiga, adegan korban diseret di atas tanah sejauh 5 meter dengan menjambak rambut korban.

Sebelumnya diberitakan, Eduardus Fouk (17) siswa kelas 1 SMA Negeri 2 Atambua melapor ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Senin (27/04/2020) malam. la menjadi korban salah tangkap dan dikeroyok hingga babak belur oleh 5 anggota Polsek Biboki Anleu, Minggu (26/4/2020) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Eduardus berdomisili di RT 07/RW 03/ Dusun III Desa Kota Foun, Kecamatan Biboki Anleu. Selama ini bersekolah di SMA Negeri 2 Atambua. Kemudian pulang ke kampung halamannya di Kota Foun untuk berlibur
akibat Pandemi Covid-19.

Kasus ini diadukan korban ke Propam Polda NTT. Namun Tim Buser Polres TTU melapor balik Eduardus Fouk sebagai pelaku pengeroyokan anggota polisi. Diduga keras ini adalah upaya kriminalisasi dan balas
dendam kepada korban yang telah mengadu ke Propam.

Keterangan Foto : Korban dianiaya oknum polisi menggunakan popor pistol