Respon Rate Penduduk Melebihi Target Nasional, BPS TTU Raih Piagam Penghargaan BPS RI

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berhasil meraih piagam penghargaan dari BPS RI, sebagai kabupaten yang respon ratenya melebihi target Nasional dan juga penghargaan dari Pemerintah Provinsi NTT sebagai kabupaten yang respon rate dalam Sensus Penduduk Online (SPO) menempati urutan ketiga setelah kabupaten Flotim dan Sumba Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS ) TTU, Marselinus Christoforus Koten kepada NTTOnlinenow.com di ruang kerjanya Senin, (31/08/2020) usai menggelar Kick Off SP 2020 di halaman kantor BPS TTU.

“Kabupaten TTU mendapat piagam penghargaan dari BPS RI, sebagai kabupaten yang respon ratenya melebihi target Nasional dan juga penghargaan dari Pemda Propinsi NTT sebagai kabupaten yang respon rate dalam SPO menempati urutan ketiga setelah kabupaten Flotim dan Sumba Tengah”, ungkap Marselinus.

Ia juga menjelaskan, BPS menggelar kick off sensus penduduk Indonesia, Senin (31/8).
Kick off tersebut digelar secara nasional. Dimana pada bulan September jajaran BPS se Indonesia bakal melakukan kegiatan sensus penduduk.

Dia menekankan kegiatan SP sangat penting bagi semua pihak, bukan sebatas BPS.

“Secara nasional dilakukan kick off sensus penduduk untuk pelaksanaan di bulan September. Dilakukan oleh seluruh pegawai BPS dan petugas sensus,” kata Marselinus.

Ditambahkannya, sebelum melakukan SP dengan turun ke lapangan, BPS telah melakukan pendataan penduduk via online.

“SP 2020 dilaksanakan dalam 2 tahapan besar. Yang pertama, SPO yang dilaksanakan pada tanggal 15 pebruari sampai dengan 31 Maret dan diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Juni 2020. Dari hasil SPO, respon rate penduduk TTU mencapai 23,64 persen atau sebesar kurang lebih 56 ribu penduduk yang sudah mengisi sensus penduduk secara mandiri lewat PC atau HP.



Kedua, Sensus Penduduk wawancara, yang akan dilaksanakan di bulan September. Semua petugas yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan wawancara juga sudah melakukan rapid tes dan pembelajaran secara mandiri. Jumlah PS sebanyak 305 PS, Koseka sebanyak 30 orang dan Task Force sebanyak 15 orang dan akan bekerja di 24 kecamatan dan 193 desa/kelurahan juga sudah kita asuransikan dan semua kelengkapan sudah didistribusikan dan besok kita semua sudah mulai bekerja di wilayah tugas kita masing-masing”, jelas Marselinus.

Sedangkan terkait dengan pelaksanaan di lapangan nanti, sebagai pimpinan Marselinus telah mengingatkan untuk semua PS, Koseka dan TF, menjalankan kewajibannya dengan sebaik mungkin.

“Saya telah mengingatkan kepada setiap PS untuk wajib melapor diri ke kades / lurah di wilayah tugas masing-masing dengan membawa surat tugas dan tanda pengenal”, ungkap Marselinus.

Lanjutnya, “Mereka juga wajib mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan lapangan. Semua petugas sudah dibekali dengan APD, berupa face shield, masker, sarung tangan dan hand sanitaizer. Agar dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya”.

Penjelasan tambahan lain pimpinan BPS TTU, Marselinus Christoforus Koten, yakni memahami konsep dan defenisi yang sudah didapatkan selama pembelajaran mandiri, sehingga menjadi pedoman dalam pelaksanaan di lapangan.

Kemudian, mengenal wilayah tugas masing-masing dengan batas-batas yang jelas. Bekerjasama dengan para ketua RT untuk melakukan pemeriksaan daftar penduduk hasil SPO dan DP dari dukcapil dan melakukan Verifikasi lapangan.

Dan mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, memastikan bahwa tidak satupun penduduk di wilayah kerja petugas terlewat dalam pendataan.