Proyek Bedah Rumah, Supplier UD Sion Ganti Batako Tidak Layak Pakai Dropingannya ke 114 KK Desa Ban’nae

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Jimmy Yap, pemilik UD Sion yang ditunjuk dinas sebagai Supplier dalam pelaksanaan Program Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni (Berarti) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mengganti bahan bangunan rusak berupa batako yang didroping ke desa Ban’nae Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kepada 114 KK penerima bantuan.

“Kami akui banyak batako yang rusak. Saat itu juga sopir dan KMPS di desa Ban’nae sudah menginformasikan ke saya”, diakui Jimmy kepada NTTOnlinenow.com Sabtu (22/008/2020) di Kefamenanu.

Jimmy juga menyatakan sudah mengganti batako yang rusak. “Kita sudah ganti semua batako yang rusak, di tiap KK desa Ban’ nae”, tandas Jimmy tanpa merincikan jumlahnya.



Baca juga : Supplier UD Sion Membenarkan Batako Dropingannya ke 114 KK Penerima Rumah Bantuan Desa Ban’nae Rusak Berat 

Untuk diketahui, desa Ban’nae merupakan desa terpilih dalam pelaksanaan Program Berarti Tahun 2020 dengan jumlah rumah bantuan yang diterima sebanyak 114 unit bangun baru, dengan besaran dana Rp25 juta per KK. Dana itu digunakan untuk membangun rumah berukuran 6X8 meter.

Program Berarti Tahap I hanya berjalan di 25 desa dengan anggaran sebesar Rp29 miliar. Jumlah awal desa penerima bantuan di kabupaten TTU sebanyak 65 desa, namun di tengah perjalanan 40 desa dipending pelaksanaannya.

Hal ini terjadi karena dari anggaran sebesar Rp84 miliar lebih yang dianggarkan, sekitar Rp 55 miliar dialihkan sepihak pemerintah dengan dalih untuk mendukung penanggulangan Covid-19.